Latest Update: Menteri Israel Terang-terangan Mau Caplok Wilayah Lebanon-Suriah

Menteri Israel Terang-terangan Mau Caplok Wilayah Lebanon-Suriah

Langkah Strategis untuk Memperkuat Keamanan Israel

Pada hari Kamis (9/4), Menteri Keuangan Israel Bezalel Smotrich mengungkapkan rencana Tel Aviv untuk mengklaim wilayah Wilayah Gaza, Lebanon, dan Suriah. Pernyataan ini disampaikan dalam pidatonya selama acara pembukaan pemukiman baru, seperti yang dilaporkan Middle East Monitor.

“Kita selalu bicara soal bagian militer dan kemudian bagian politik, dan ada orang-orang yang mengkritik kita, mengatakan hanya ada prestasi militer tanpa komponen politik,” kata Smotrich.

Dalam pidato tersebut, Smotrich menyebut bahwa Israel berencana memperluas perbatasan ke Jalur Gaza, Lebanon hingga Sungai Litani, serta Suriah sampai ke puncak Gunung Beit She’an. Ia menekankan perlunya komponen politik untuk mengamankan wilayah-wilayah tersebut.

“Akan ada komponen politik di Gaza untuk memperluas perbatasan kita, komponen lain yang akan meluas ke Lebanon hingga Sungai Litani di perbatasan yang bisa dipertahankan, dan komponen ketiga yang akan meluas ke Suriah, berakhir di puncak Gunung Beit She’an dan setidaknya zona keamanan,” imbuhnya.

Langkah strategis ini, menurut Smotrich, penting untuk memperkuat keamanan negara. Menteri yang termasuk dalam pihak ekstremis sayap kanan ini juga menyebut bahwa Israel berada di tahap diplomatik akhir untuk menghilangkan gagasan negara Palestina.

“Kita berada di tahap diplomatik terakhir di Tepi Barat yang akan sepenuhnya menghilangkan gagasan negara Palestina,” ujarnya.

Sementara itu, serangan Israel terus berlangsung di Lebanon sejak 2 Maret, menyebabkan korban tewas mendekati 2.000 orang. Negara ini juga melakukan agresi brutal terhadap Jalur Gaza sejak Oktober 2023 dan telah menduduki Tepi Barat selama bertahun-tahun. Di samping itu, Israel sering meluncurkan operasi ke Suriah dengan alasan membantu komunitas Druze di wilayah tersebut.

Konflik antara Israel dan Suriah sering kali dipicu oleh persaingan atas Dataran Tinggi Golan. Smotrich menegaskan bahwa kekuatan militer dan keinginan politik berdasarkan keyakinan serta cinta terhadap tanah air menjadi dasar keberadaan Israel.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *