Meeting Results: PM Inggris Starmer Blak-blakan Muak dengan Ulah Trump & Putin
PM Inggris Kritik Tegas Ulah Trump dan Putin
Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, secara langsung menyampaikan kekecewaannya terhadap kebijakan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden Rusia Vladimir Putin. Menurut Starmer, tindakan kedua tokoh itu berdampak signifikan pada stabilitas global, khususnya di wilayah Timur Tengah dan Eropa. Ia menyoroti bagaimana serangan AS ke Iran yang diperintahkan Trump mengganggu keamanan Selat Hormuz, sementara perang Rusia-Ukraina yang tak kunjung selesai mengakibatkan krisis energi di berbagai negara, termasuk Inggris.
Starmer Tegaskan Dampak Energi pada Rakyat
Dalam wawancara dengan ITV, Starmer mengungkapkan bahwa rasa frustrasi terhadap Trump dan Putin semakin menguat karena ketidakstabilan harga energi. “Penduduk Inggris dan bisnis lokal merasakan dampak langsung dari fluktuasi tagihan energi akibat keputusan Trump atau Putin,” ujarnya. Ia juga mengkritik Trump karena tidak meminta Inggris untuk turut serta dalam serangan terhadap Iran, yang menurut Starmer semestinya didukung sebagai langkah strategis.
“Saya sangat kecewa dengan realitas bahwa keluarga-keluarga di seluruh negeri terus mengalami naik turun biaya energi, baik untuk kebutuhan pribadi maupun bisnis, karena aksi-aksi mereka di seluruh dunia,” kata Starmer.
Upaya Restorasi Kebebasan Pelayaran di Selat Hormuz
Selain itu, Starmer berdiskusi dengan Trump di Qatar beberapa hari lalu untuk menyelaraskan langkah pemulihan kebebasan navigasi di Selat Hormuz setelah gencatan senjata dengan Iran. Seorang juru bicara PM Inggris mengatakan, “Perdana Menteri menegaskan pentingnya kerja sama praktis dengan pemimpin Teluk dan para rencana militer untuk mempercepat kembalinya kegiatan pelayaran.” Mereka sepakat bahwa setelah kesepakatan ceasefire tercapai, fokus berpindah ke solusi jangka panjang.
Komentar tentang Serangan Israel ke Lebanon
Starmer juga menyoroti serangan Israel ke Lebanon sebagai kesalahan yang jelas, terlepas dari isu teknis terkait perjanjian internasional. “Serangan tersebut memang salah, dan itu pendirian saya yang mantap,” tegasnya. Ia menambahkan bahwa perang AS-Israel-Iran memberikan tekanan besar pada kawasan, termasuk menyebabkan korban sebanyak hampir 2.000 orang di Lebanon.