Main Agenda: 97,8 Persen Rumah Ibadah Terdampak Bencana Berhasil Direhabilitasi Satgas PRR
97,8 Persen Rumah Ibadah Terdampak Bencana Berhasil Direhabilitasi Satgas PRR
Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat mengungkapkan bahwa pemulihan rumah ibadah menjadi prioritas utama pemerintah. Proses rehabilitasi di Sumatera tidak hanya fokus pada pemulihan fisik, tetapi juga mencakup aspek spiritual masyarakat. Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) terus mempercepat pemerataan pemulihan rumah ibadah sebagai bagian dari pemulihan kehidupan sosial dan keagamaan korban bencana.
Status Pemulihan Fisik Rumah Ibadah
Berdasarkan data yang dikumpulkan Satgas PRR hingga 9 April, sebanyak 1.593 tempat ibadah di tiga provinsi terdampak bencana mengalami kerusakan. Dari jumlah tersebut, 1.558 rumah ibadah telah kembali beroperasi, sementara 35 lainnya masih dalam proses penanganan akibat kerusakan berat hingga hanyut. Di Aceh, 906 dari 918 rumah ibadah terdampak telah digunakan kembali. Sumatera Utara mencatat 552 dari 571 tempat ibadah pulih, sedangkan Sumatera Barat berhasil mengembalikan fungsionalitas 100 dari 104 rumah ibadah.
“Ini penugasan kepada Menteri Agama (Nasaruddin Umar) dan Menteri Pekerjaan Umum (Dody Hanggodo),” ujar Ketua Satgas PRR Muhammad Tito Karnavian di Jakarta, Rabu (25/3/2026).
Dukungan Anggaran dan Bantuan
Rehabilitasi fisik didukung oleh alokasi anggaran bantuan rumah ibadah yang disalurkan Satgas PRR. Di Aceh, bantuan sebesar Rp3,75 miliar telah ditargetkan secara lengkap. Sumatera Barat juga menerima Rp500 juta yang sudah terselesaikan. Sementara di Sumatera Utara, penyaluran bantuan masih berlangsung karena sebagian anggaran belum terdistribusi akibat relokasi bangunan ke area lebih aman.
“Pak Presiden selain memberikan bantuan Rp4 miliar pada awal setiap kabupaten/kota dan provinsi untuk belanja tidak terduga, ditambah lagi untuk Aceh ada sapi meugang, jumlahnya (total) Rp145,5 miliar untuk 19 kabupaten/kota,” kata Tito.
Pemulihan Non-Fisik dan Infrastruktur
Upaya pemulihan tidak hanya terbatas pada bangunan fisik. Satgas PRR secara rutin menyalurkan perlengkapan ibadah kepada masyarakat terdampak, sebagai bagian dari pemulihan non-fisik. Langkah ini diharapkan mempercepat kembali aktivitas keagamaan, yang menjadi fondasi penting dalam membangun ketahanan sosial. Capaian terkini menunjukkan lebih dari 92 persen lokasi tertimbun lumpur akibat bencana hidrometeorologi di Sumatera telah dibersihkan.
Sebagai prioritas, pemerintah mempercepat pembangunan hunian permanen untuk korban bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, dengan target penyerahan sebelum Idul Fitri. Anggaran triliunan rupiah disiapkan untuk infrastruktur vital, dengan harapan tiga tahun ke depan semua lokasi terpenuhi. Pembersihan lumpur dan rehabilitasi lahan sawah menjadi fokus utama untuk normalisasi kehidupan masyarakat dan pasokan pangan.
Presiden Prabowo Subianto juga memberikan apresiasi kepada seluruh sektor yang berpartisipasi dalam upaya rehabilitasi. Akses infrastruktur kini telah pulih, dengan jalan nasional dan provinsi serta listrik kembali beroperasi. Secara total, 208 MCK (Masjid, KUA, dan Tokoh) telah dibangun, atau 80 persen dari 257 MCK yang ditargetkan.