Main Agenda: RI buka peluang kolaborasi dan mobilitas talenta riset dengan Qatar
RI Buka Peluang Kolaborasi dan Mobilitas Talent Riset dengan Qatar
Jakarta, Kamis (9/4) – Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) mengumumkan kesiapan membangun kerja sama riset bersama, mobilitas akademik, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia di bidang penelitian dengan Qatar. Diskusi ini terjadi saat Duta Besar Qatar, Sultan bin Mubarak Al-Dosari, melakukan kunjungan resmi ke Jakarta bersama Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto.
Isi Pertemuan dan Inisiatif Kolaborasi
Dalam pertemuan tersebut, Mendiktisaintek menyampaikan bahwa lembaga pendidikan tinggi di Indonesia siap menjajaki kerja sama riset dengan institusi Qatari. Ia menjelaskan bahwa program penelitian bersama akan memungkinkan para peneliti dari kedua negara bekerja sama secara langsung, serta menciptakan kesempatan bagi mahasiswa Indonesia untuk menempuh studi dan riset di universitas-universitas Qatar.
“Tim riset kami aktif di berbagai bidang studi dan menyediakan peluang kolaborasi antara perguruan tinggi Indonesia dan Qatar. Skema proyek riset bersama bisa menjadi jembatan untuk memperkuat hubungan akademik,” ujar Mendiktisaintek dalam pernyataan resmi.
Duta Besar Qatar Sultan bin Mubarak Al-Dosari menyambut baik inisiatif tersebut. Ia menegaskan bahwa Qatar berkomitmen memperkuat kerja sama di bidang pendidikan tinggi dan riset. Pada pertemuan ini, juga dibahas kemungkinan kolaborasi dengan beberapa universitas ternama di Qatar yang telah bergabung dengan institusi pendidikan global.
Peningkatan Mobilitas dan Program Studi
Kedua belah pihak sepakat meningkatkan jumlah mahasiswa Indonesia yang menempuh studi di Qatar melalui berbagai skema, termasuk program beasiswa. Tindakan ini diharapkan memperluas akses pendidikan dan riset tingkat dunia bagi talenta muda Indonesia.
Lebih lanjut, diskusi menyoroti potensi pengembangan program gelar ganda dan gelar bersama pada tingkat magister serta doktoral. Mahasiswa bisa memperoleh pendidikan di kedua negara dengan bimbingan akademik dari universitas mitra.
Kolaborasi untuk Inovasi dan Industri
Di luar kerja sama pendidikan, pembicaraan juga mencakup potensi koordinasi di bidang sains terapan dan teknologi. Tujuannya adalah mendorong inovasi yang selaras dengan kebutuhan industri dan target pembangunan berkelanjutan.
Komitmen ini sejalan dengan kebijakan Diktisaintek Berdampak, yang bertujuan memperkuat jejaring internasional dan meningkatkan peran pendidikan tinggi dalam menjawab tantangan nasional maupun global. Pendekatan ini juga menekankan hilirisasi hasil riset, penguatan SDM berkualitas, serta sinergi antara pendidikan, sains, dan sektor industri.