Solving Problems: Komisi XII DPR nilai digitalisasi cegah penyelewengan BBM bersubsidi

Komisi XII DPR nilai digitalisasi cegah penyelewengan BBM bersubsidi

Jakarta – Bambang Patijaya, Ketua Komisi XII DPR RI, menyatakan bahwa faktor utama dalam mengurangi penyalahgunaan BBM subsidi adalah penerapan sistem digital yang konsisten. Ia menekankan bahwa teknologi seperti barcode hanya efektif jika diterapkan secara terus-menerus dan diawasi dengan baik.

“Yang utama adalah kekonsistenan. Barcodenya apakah berfungsi? Berfungsi. Namun, kita perlu memastikan bahwa orang-orang yang mengoperasikan sistem tersebut tidak berpikir cara mengakali sistem itu,” ujar Bambang dalam keterangan resminya yang diterima di Jakarta, Sabtu.

Ia memberi contoh temuan soal pengumpulan barcode oleh pihak tertentu. Tindakan ini dilakukan untuk mengisi BBM di luar jadwal operasional resmi. Menurut Bambang, fenomena ini membuktikan bahwa teknologi tanpa pengawasan manusia yang berintegritas tidak akan mencapai hasil maksimal.

Bambang juga menyoroti bahwa masalah utama saat ini adalah tingkat konsistensi dan niat baik dalam menjalankan aturan. Ia menyatakan, sistem sebagus apa pun akan sulit berjalan jika perilaku menyimpang masih terjadi.

“Jadi, sistem sudah dibuat, digitalisasi sudah dijalankan. Yang utama adalah kekonsistenan dan niatan baik untuk menjalankan itu semua. Kalau masih mental ‘maling’, maka akan banyak kendala,” ujar Bambang.

Sementara itu, soal urgensi pembentukan satuan tugas baru untuk mengawasi BBM bersubsidi, Bambang menyerahkan ke hasil kajian teknis. Ia menyatakan dukungan penuh jika satgas dianggap mampu memberikan efek jera kepada pelaku penyelewengan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *