Special Plan: Ajinomoto Ternyata Pegang Teknologi Penting Industri AI, Kok Bisa?
Ajinomoto Ternyata Mengendalikan Teknologi Penting dalam Industri AI, Kok Bisa?
Perusahaan Jepang Ajinomoto Dapat Perhatian Investor Global
Di tengah gelombang investasi di sektor kecerdasan buatan (AI), perusahaan asal Jepang Ajinomoto mencuri perhatian. Bukan karena kegiatan bisnis makanan yang terkenal, melainkan karena peran kritisnya dalam menyuplai material vital untuk infrastruktur AI. Seorang investor aktif dari Inggris, Palliser Capital, mengungkapkan telah menambahkan saham ke perusahaan ini. Mereka menilai bahwa Ajinomoto memiliki posisi dominan dalam pasokan bahan baku penting, namun belum memanfaatkan peluang ini secara optimal.
Palliser Capital Melihat Potensi Monopoli Ajinomoto atas Material AI
Ajinomoto tidak sendirian dalam menjadi target investor. Palliser juga mengarahkan perhatian ke Toto, perusahaan Jepang yang dikenal sebagai produsen toilet, tetapi juga menghasilkan keramik khusus untuk chip canggih. Kedua perusahaan dianggap kurang mendapat pengakuan meski memiliki nilai jual tinggi di tengah perkembangan AI. “Ajinomoto perlu menyesuaikan strategi harga untuk mencerminkan kebutuhan pasar,” tambah Palliser, sebagaimana dilaporkan The Wall Street Journal.
Ajinomoto dan Sejarah Umami ke Teknologi Semikonduktor
Sejarah Ajinomoto bermula dari penemuan rasa umami, yang kemudian dikomersialkan sebagai monosodium glutamate (MSG). Namun, di balik kesuksesan bisnis makanan, perusahaan ini juga terlibat dalam produksi material fungsional, terutama Ajinomoto Build-up Film (ABF). Material isolasi ini menjadi bagian krusial dari substrat, yang menghubungkan chip dengan perangkat elektronik melalui jutaan sinyal. Tanpa ABF, banyak chip canggih seperti GPU tidak bisa diproduksi.
Analisis tentang Strategi Harga dan Pertumbuhan Berkelanjutan
Ajinomoto memilih pendekatan yang lebih bertahap. Perusahaan mengatakan masih menimbang rekomendasi investor, tetapi fokus pada pertumbuhan jangka panjang. “Kami terus mengembangkan bisnis dengan menciptakan nilai bersama pelanggan,” kata pihak Ajinomoto, dikutip dari The Wall Street Journal. Sikap ini dinilai berhubungan dengan upaya menjaga hubungan jangka panjang dengan pelanggan. Meski demikian, analis menilai kenaikan harga bisa terjadi jika permintaan terus meningkat.
Tantangan Pasokan dan Kenaikan Harga Material AI
Permintaan terhadap chip AI yang semakin kompleks mendorong kebutuhan substrat melonjak. Dominasi Ajinomoto di pasar ABF membuatnya memiliki pengaruh besar dalam rantai pasok semikonduktor global. Hanya sedikit perusahaan yang mampu mengolah material ini menjadi substrat ultra-padat seperti yang dibutuhkan Apple dan Nvidia. Di sisi lain, Nittobo telah menaikkan harga bahan baku karena kenaikan biaya dan keterbatasan pasokan. “Pertumbuhan permintaan ABF jauh melampaui kapasitas pasokan,” jelas Jukan Choe dari Citrini Research.
Proyeksi Industri dan Langkah Ajinomoto untuk Memenuhi Permintaan
Proyeksi industri menunjukkan kesenjangan antara pasokan dan permintaan substrat akan semakin membesar hingga 2028. Beberapa produsen menyebut kapasitas produksi saat ini hampir mencapai puncak dan mungkin tidak mampu memenuhi kebutuhan di 2027. Meski ABF masih stabil karena belum terjadi kelangkaan signifikan, situasi ini bisa berubah jika permintaan terus meningkat. Palliser berharap Ajinomoto bisa memanfaatkan posisi strategis ini dengan meningkatkan harga lebih dari 30%.