Latest Program: Human Initiative bangun sekolah rusak akibat banjir di Aceh Tamiang

Human Initiative bangun sekolah rusak akibat banjir di Aceh Tamiang

Kota Jakarta – Sejumlah pihak, termasuk Human Initiative (HI), Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang, dan tim “Songs for Sumatra”, meluncurkan program pemulihan sekolah yang terkena dampak banjir di daerah tersebut. Upaya ini diawali dengan acara pembukaan renovasi sekolah pada Kamis (9/4), yang menjadi tanda dimulainya upaya memulihkan fasilitas pendidikan yang rusak serta menciptakan lingkungan belajar yang lebih layak bagi siswa.

Pembangunan kembali sekolah bertujuan mengembalikan fungsi pendidikan yang terganggu akibat bencana banjir. Banjir yang melanda Aceh Tamiang beberapa waktu lalu tidak hanya merusak permukiman warga, tetapi juga menyebabkan kerusakan parah pada sektor pendidikan. Ribuan bangunan sekolah rusak, mengakibatkan kegiatan belajar mengajar di beberapa sekolah terpaksa dihentikan.

“Solidaritas yang begitu besar muncul di semua lini, tidak pandang itu siapa mereka,” ujar Tomy Hendrajati, Presiden Human Initiative, dalam pernyataannya di Jakarta, Sabtu. Ia menambahkan, bantuan yang diberikan dilandasi semangat kemanusiaan, tanpa memandang latar belakang pemberi.

Kondisi tersebut menimbulkan kebutuhan mendesak untuk segera bergerak. Berdasarkan data Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Tamiang, setidaknya 439 bangunan sekolah terdampak banjir, dengan tingkat kerusakan bervariasi. Salah satunya adalah Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 4 Aceh Tamiang di Kecamatan Rantau, yang mengalami kerusakan signifikan.

Program ini merupakan hasil kerja sama lintas sektor dan lintas negara. “Songs for Sumatra” menginisiasi penggalangan dana melalui konser amal di London. Dukungan juga datang dari diaspora HI di Eropa dan Jepang, serta berbagai pihak yang berkontribusi dalam pemulihan. Pemulihan dilakukan dengan pembangunan 13 ruang kelas, ruang kepala sekolah, perpustakaan, mushola, ruang UKS, dan fasilitas pendukung lainnya.

Kick off renovasi dihadiri oleh Tomy Hendrajati, VP Resource Mobilization and Impact Human Initiative, Wakil Bupati Aceh Tamiang Ismail, serta Sekretaris Daerah yang memberikan dukungan. Wakil Bupati Ismail berharap program ini dapat berjalan lancar dan memberikan dampak positif jangka panjang. “Semoga menjadi pendukung untuk pemulihan pendidikan yang lebih baik, aman, dan bermanfaat bagi masa depan generasi muda,” kata Ismail.

Sebelumnya, banjir menyebabkan air merendam bangunan sekolah hingga ke atap. Sebagai respons awal, beberapa pihak sudah melakukan pembersihan area sekolah dan menyediakan fasilitas darurat agar pendidikan tetap berjalan. Gerakan #SumatraPulih, yang menjadi bagian dari upaya ini, bertujuan mempercepat pemulihan pascabencana melalui kolaborasi masyarakat. Kebersamaan dalam program ini dianggap sebagai bukti bahwa solidaritas bisa menciptakan harapan baru dan perubahan yang lebih baik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *