New Policy: Markas Militer AS Ada di Seluruh Dunia, di mana Saja?

Markas Militer AS Ada di Seluruh Dunia, di mana Saja?

Konflik di wilayah Timur Tengah belum berakhir meski saat ini sedang terjadi gencatan senjata. Perang antara Iran dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel berlangsung sejak 28 Februari 2026, dengan pihak Israel terus meluncurkan serangan ke Lebanon. Agenda perundingan antara dua negara yang bertikai itu akan diadakan di Pakistan pada hari Sabtu, 11 April 2026.

Gencatan senjata yang dicapai pada Rabu, 8 April 2026, berlangsung selama dua minggu. Durasi ini memberikan kesempatan bagi Washington dan Teheran untuk negosiasi diplomatik demi meredam permusuhan. Negara tetangga India, Pakistan, berperan sebagai mediator yang sukses memfasilitasi kesepakatan tersebut.

Konflik ini memberikan dampak yang signifikan bagi skala global, terutama karena gangguan terhadap jalur Selat Hormuz yang memicu kenaikan harga minyak mentah. Hal ini membuat masyarakat internasional mengeluh akibat kenaikan biaya hidup di berbagai aspek kehidupan. Namun, konflik juga menegaskan kembali kekuatan militer AS yang terkenal.

Strategi Penyebaran Kekuatan Militer AS

Amerika Serikat memiliki 128 markas militer di sekitar 49 negara, menurut data dari Defense Manpower Data Center dan laporan U.S. Overseas Basing. Jepang menjadi negara dengan jumlah basis terbesar, yaitu 14 markas yang menampung sekitar 53.000 tentara. Dalam penjumlahan, wilayah Eropa dan Asia Timur menjadi dua fokus utama kehadiran AS.

Selain Jepang, Eropa secara kolektif menunjukkan keberadaan militer AS yang dominan. Meski negara-negara seperti Jerman, Italia, dan Inggris tidak memiliki basis dua digit, jumlah pasukan dan pangkalan di seluruh kawasan tersebut tetap signifikan. Angka ini semakin meningkat setelah invasi Rusia ke Ukraina pada 2022, dengan tambahan 80.000 tentara yang ditempatkan.

Timur Tengah juga menjadi tempat pemasangan markas militer AS, dengan negara-negara seperti Kuwait dan Bahrain menjadi tuan rumah pasukan. Djibouti, terletak di Selat Bab-el-Mandeb, menonjol sebagai lokasi strategis. Kota ini menghubungkan Teluk Aden dan Laut Merah serta menjadi jalur penting bagi perdagangan internasional.

Djibouti juga menjadi basis bagi tujuh negara lain, termasuk China. Lokasinya yang vital dan perjanjian yang dibuat secara hati-hati menjadikannya pusat keamanan global. Dengan posisi ini, negara kecil di Afrika Timur itu turut berperan dalam menjaga stabilitas geopolitik.

CNBC INDONESIA RESEARCH [email protected]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *