Key Strategy: China Mulai Ditinggalkan, Taktik Donald Trump Berhasil

China Mulai Ditinggalkan, Taktik Donald Trump Berhasil

Jakarta, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump berhasil memaksa manajemen Apple Inc. untuk membangun pabrik di dalam negeri. Sebelumnya, fasilitas produksi iPhone tersebut tersebar di Tiongkok dan India, meski perusahaan berkantor pusat di Cupertino, California. Langkah ini menjadi bagian dari upaya lebih luas perusahaan-perusahaan lain untuk mengembalikan manufaktur dan rantai pasok ke AS.

Program Manufaktur AS Berhasil Membawa Kolaborasi Baru

Apple mengumumkan bergabungnya perusahaan semikonduktor seperti Bosch, Cirrus Logic, dan Qnity Electronics dalam Program Manufaktur Amerika. Kemitraan ini akan fokus pada produksi sensor, sirkuit terpadat, dan material canggih untuk perangkat Apple. Sejumlah komponen akan diproduksi pertama kalinya di AS, menurut laporan Reuters akhir pekan lalu.

Menurut Apple, program ini bertujuan menciptakan lapangan kerja serta meningkatkan kemampuan AS dalam industri semikonduktor dan elektronik canggih.

Dalam kerja sama, Bosch dan Taiwan Semiconductor Manufacturing (TSMC) menghasilkan chip sensor di fasilitas TSMC di Washington. Cirrus Logic bekerja sama dengan GlobalFoundries untuk mengembangkan teknologi proses semikonduktor yang mendukung fitur seperti Face ID. Sementara Qnity Electronic bertugas menyuplai material kunci untuk produksi semikonduktor dan teknologi AI.

Rencana investasi dalam Program Manufaktur AS mencapai US$400 juta hingga 2030. Meski Trump sempat menyatakan janji tersebut sebagai bohong, Apple akhirnya menyetujui pembangunan pabrik di AS. Namun, perusahaan justru memindahkan fasilitas dari Tiongkok ke India sebagai bagian dari strategi baru.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *