Latest Program: Drama Korea “Perfect Crown” kembali pasangkan IU dan Byeon Woo-seok
Drama Korea “Perfect Crown” Kembali Pasangkan IU dan Byeon Woo-seok
Drama Korea “Perfect Crown” menghadirkan kembali pasangan akting IU dan Byeon Woo-seok sebagai tokoh utama dalam kisah cinta yang berlatar di sebuah kerajaan modern. Platform streaming Disney+ mengumumkan penayangan khusus di Jakarta, Sabtu, dengan pemeran utama Pangeran I-AN (dibaca Yi-wan) yang diperankan oleh Byeon Woo-seok. Meski dicintai rakyatnya, sosok ini menghadapi konflik berat dalam perebutan kekuasaan di lingkungan istana. Untuk mengatasi tekanan memaksa menikah, ia membuat kontrak pernikahan dengan Song Hui-ju, diperankan oleh IU. Sementara bekerja sama mencapai tujuan masing-masing, perasaan yang tak terduga muncul, mengganggu rencana mereka.
Pengantar Drama
Drama ini tayang di platform streaming mulai 10 April, menghadirkan alur cerita yang menegangkan dan romantis. Kisah ini dipimpin oleh sutradara Park Joon-hwa, yang sebelumnya menggarap “What’s Wrong with Secretary Kim” (2018), serta bergandengan tangan dengan sutradara Bae Hee-young. Skenario ditulis oleh penulis Yoo Ji-won, yang dikenal mampu menghadirkan nuansa emosional dan drama.
Tim Produksi
Sebelumnya, Byeon Woo-seok dan IU telah bekerja bersama dalam “Moon Lovers” (2016), di mana hubungan cinta mereka berakhir dengan kekecewaan. Namun, dalam “Perfect Crown” ini, kisah mereka kembali dibangun dengan ambang berbeda. Aktor Byeon Woo-seok telah menarik perhatian sejak tampil di “Lovely Runner” (2024), sementara IU menghadirkan kiprah aktingnya lewat “Dream High” (2011) dan “Dream High 2” (2012). Kedua aktor ini juga mengukir nama di industri perfilman melalui “Hotel del Luna” (2019) yang memperkuat kredibilitasnya.
Cast Lainnya
Dalam “Perfect Crown,” terdapat beberapa pemeran utama lainnya. Noh Sang-hyun memerankan Perdana Menteri Min Jeong-woo, sementara Gong Seung-yeon menjadi Ibu Suri Yoon Yi-rang. Kolaborasi ini memperkaya dinamika cerita, dengan para bintang ini memberikan kontribusi berbeda untuk menghidupkan narasi kisah.