Breaking! Rupiah Menguat Pagi Ini – Dolar AS Turun Jadi Rp16.985
Breaking! Rupiah Menguat Pagi Ini, Dolar AS Turun Jadi Rp16.985
Jakarta, pada hari Rabu (1/4/2026), nilai tukar rupiah berada di zona penguatan terhadap dolar Amerika Serikat (AS), dipengaruhi oleh harapan positif akan selesainya konflik di Timur Tengah. Data dari Refinitiv menunjukkan bahwa kurs rupiah tercatat di level Rp16.985 per dolar AS saat pasar dibuka. Hal ini berbeda dari penutupan perdagangan sebelumnya, Selasa (31/3/2026), di mana rupiah mengalami pelemahan tipis 0,03% ke Rp16.990 per dolar.
Sementara itu, indeks dolar AS (DXY) turun pada pukul 09.00 WIB, mencatat angka 99,850 atau 0,11% dari level sebelumnya. Pergerakan rupiah hari ini didorong oleh sentimen eksternal yang mulai berubah. Penurunan dolar AS terjadi setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa perang dengan Iran bisa berakhir dalam dua sampai tiga minggu.
“Konflik berpotensi mereda dalam waktu dekat, sehingga tekanan terhadap dolar AS mulai berkurang,”
kata analis pasar.
Ketegangan geopolitik masih menjadi faktor penentu bagi pasar keuangan. Meski ada harapan konflik akan berakhir, eksportir energi bersih Amerika Serikat tetap membuat dolar relatif lebih stabil dibandingkan mata uang lain saat terjadi gangguan pasokan minyak. Namun, pernyataan Trump mengubah dinamika pasar, membuat permintaan dolar sebagai aset aman mengalami penurunan.
Di sisi domestik, pelaku pasar menantikan rilis data inflasi Maret 2026 dari Badan Pusat Statistik (BPS). Berdasarkan prediksi dari 12 institusi yang dikumpulkan CNBC Indonesia, Indeks Harga Konsumen (IHK) diperkirakan naik 0,60% secara bulanan dan 3,68% tahunan. Inflasi inti pada periode yang sama dianggap berada di level 2,65% tahunan. Dalam Februari 2026, inflasi bulanan Indonesia sebesar 0,68%, sementara inflasi tahunan mencapai 4,76% dan inflasi inti 2,63%.