Topics Covered: PM Pakistan Mediator Iran-AS Pernah Kirim Jet Tempur Kawal Prabowo
PM Pakistan Mediator Iran-AS Pernah Kirim Jet Tempur Kawal Prabowo
Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif, terlibat dalam upaya mediasi antara Amerika Serikat dan Iran. Ia memainkan peran kunci dalam proses negosiasi damai antara delegasi kedua negara yang telah tiba di Islamabad pada hari Sabtu, 10 April. Duta besar AS diwakili oleh Wakil Presiden JD Vance, sementara Iran dikeluarkan oleh Menteri Luar Negeri Abbads Araghchi dan Ketua Parlemen Bagher Ghalibaf.
Perjanjian gencatan senjata antara AS dan Iran ditandatangani setelah Presiden AS Donald Trump menunda serangan terhadap situs energi Iran. Langkah ini diambil sebagai balasan atas keputusan Teheran untuk membuka Selat Hormuz. Trump mengungkapkan keputusan tersebut setelah diskusi dengan Shehbaz Sharif dan Marsekal Lapangan Asim Munir.
“Mereka meminta saya untuk menahan kekuatan penghancur yang dikirim malam ini ke Iran, dan dengan syarat Republik Islam Iran menyetujui PEMBUKAAN SELAT Hormuz SECARA LENGKAP, SEGERA, dan AMAN, saya setuju untuk menangguhkan pemboman dan serangan terhadap Iran selama dua minggu,” ujar Trump dalam pernyataan resmi.
Shehbaz Sharif kini menjabat PM Pakistan periode kedua. Ia terpilih setelah pemilu 8 Februari 2024, yang dipenuhi oleh dugaan kecurangan dan penundaan penghitungan suara. Majelis Nasional mengesahkan pemimpinannya setelah meraih 201 dari 336 suara. Sebelumnya, ia menjabat Ketua Menteri Punjab selama tiga masa jabatan.
Sebagai tokoh Partai Liga Muslim Pakistan-Nawaz (PMLN), Sharif juga terlibat dalam pembentukan pemerintahan bersama Partai Rakyat Pakistan (PPP). Lahir di Lahore, Punjab pada 23 September 1951, ia adalah adik dari mantan PM Nawaz Sharif. Selama periode jabatannya, ia menegaskan bahwa pengawalan oleh jet tempur Pakistan Air Force terhadap pesawat kepresidenan Indonesia selama kunjungan Prabowo pada Desember 2025 adalah bentuk penghormatan tulus, bukan sekadar protokol.
Dalam wawancara dengan Kantor Kepresidenan RI, Sharif menyatakan: “Pengawalan tersebut tidak hanya sekadar bentuk bantuan atau prosedur rutin. Itu berasal dari ketulusan hati kami karena seorang pemimpin yang cakap dan dinamis dari negara Muslim terbesar di dunia berkunjung ke Pakistan.”