Key Strategy: Pengukuhan MUI NTB, Nusron Wahid Tekankan Kebermanfaatan dalam Pengabdian

Pengukuhan MUI NTB: Nusron Wahid Ungkap Pentingnya Kemanfaatan dalam Pengabdian

Pada hari Sabtu (11/04/2026), Nusron Wahid menyampaikan pandangannya tentang peran MUI dalam mewujudkan manfaat bagi masyarakat. Ia menekankan bahwa setiap upaya yang mampu memberikan dampak positif akan bertahan di masyarakat. Oleh karena itu, melalui lembaga ini, dia mengajak seluruh pihak untuk berusaha bersama-sama dalam menghadirkan kemaslahatan di berbagai sektor.

“Segala sesuatu yang memberikan manfaat bagi manusia akan tetap hidup di dunia. Karena itu, melalui MUI, mari kita berikhtiar dan berkhidmat untuk memberdayakan umat dalam bidang-bidang tertentu,” ujarnya.

Pengabdian Ulama sebagai Bentuk Perhatian Kepada Masyarakat

Nusron mengungkapkan bahwa memberikan manfaat kepada masyarakat adalah ciri khas seorang ulama. Menurutnya, dedikasi ulama mencakup pengorbanan waktu, pikiran, tenaga, hingga harta untuk kemakmuran umat. Dalam konteks ini, dia mendorong MUI untuk berperan aktif melalui kontribusi nyata di berbagai bidang kehidupan.

Empat Bidang Fokus Utama dalam Pengembangan Masyarakat

Dalam pidatonya, Nusron menyoroti tujuh aspek penting dalam pengabdian, termasuk penguatan kehidupan beragama, peningkatan pelayanan kesehatan, pemberdayaan ekonomi umat, serta pengembangan pendidikan Islam yang berkualitas. Ia juga menambahkan bahwa pembinaan moral, pendampingan saat menghadapi kematian, dan penguatan nilai spiritual perlu menjadi bagian dari peran ulama.

Ekonomi: Tantangan dan Harapan untuk Kaderisasi Umat

Nusron menyoroti pertumbuhan ekonomi Indonesia yang rata-rata mencapai 5% per tahun dalam beberapa tahun belakangan. Namun, ia mengingatkan bahwa manfaat ekonomi belum merata, sehingga MUI perlu berperan dalam menyiapkan kader-kader umat, bukan hanya di bidang ilmu agama, tetapi juga sektor ekonomi.

Pendidikan Islam: Keseimbangan Antara Agama dan Teknologi

Dalam bidang pendidikan, Nusron menekankan perlunya peningkatan kualitas lembaga Islam. Ia berharap ada peningkatan dalam pendidikan STEM (Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Matematika) untuk menciptakan keseimbangan antara ilmu agama dengan bidang teknologi. “Ilmu agama memang penting, tetapi harus disertai dengan pengembangan ilmu teknologi,” tambahnya.

Kegiatan Pengukuhan MUI NTB dan Peserta Utama

Pengukuhan MUI NTB kali ini dilakukan oleh Dewan Pimpinan, Subhan Abdullah Acim, dengan pembacaan surat keputusan. Acara kemudian dilanjutkan dengan pengambilan sumpah yang dipimpin oleh Ketua Umum MUI Bidang Infokomdigi, Masduki Baidlowi. Yang dikukuhkan adalah TGH Badrun sebagai Ketua Umum MUI NTB, serta para pengurus lainnya.

Kegiatan dihadiri oleh sejumlah tokoh, seperti anggota DPR RI Komisi II Fauzan Khalid, Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal, Rektor UIN Mataram Masnun Tahir, dan perwakilan dari BPN NTB serta FORKOPIMDA. (prf/ega)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *