Main Agenda: 5 Berita Terpopuler Internasional Hari Ini
5 Berita Terpopuler Internasional Hari Ini
Iran Minta Gencatan Senjata di Lebanon dan Pembebasan Aset Sebelum Negosiasi dengan AS
Ketua parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, menegaskan bahwa kondisi perdamaian di Lebanon dan pengembalian aset Teheran yang terkunci di luar negeri harus dipastikan sebelum memulai dialog dengan Amerika Serikat. Hal ini menimbulkan keraguan baru terhadap kemungkinan kesepakatan, setelah ia menekankan tuntutan tersebut dalam pertemuan di Islamabad, Pakistan.
“Kita sedang mengatur ulang, mengisi kapal dengan amunisi terbaik, senjata terhebat yang pernah dibuat, bahkan lebih baik dari sebelumnya, dan kita sudah menghancurkan mereka,” ujar Trump kepada New York Post, seperti dilansir Al Arabiya, Sabtu (11/4/2026).
Trump Ancam Serangan ‘Total’ Terhadap Iran Jika Perundingan Gagal
Presiden AS Donald Trump mengancam akan melakukan serangan ‘total’ terhadap Iran jika negosiasi di Pakistan batal. Ia menyatakan militer AS siap mengambil tindakan keras dengan persiapan yang lebih matang dibandingkan sebelumnya.
“Apakah ada perbedaan mendasar antara kebijakan Hitler terhadap orang-orang Yahudi dan keputusan parlemen Israel?” tanya Erdogan dalam pernyataannya.
Erdogan Serahkan Hukuman Mati Palestina ke Hitler
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengkritik keputusan Israel untuk memberlakukan hukuman mati terhadap tahanan Palestina. Ia menyamakan langkah itu dengan praktik kejam Adolf Hitler pada masa Nazi.
“Bukankah semua ini adalah bentuk baru dari penyangkiran, penghancuran, penindasan, dan eksekusi politik terhadap rakyat Palestina?” tambahnya.
Trump Janji Buka Selat Hormuz Secepatnya
Trump menyatakan bahwa AS akan segera mengaktifkan kembali Selat Hormuz, yang menjadi jalur penting untuk distribusi minyak global. Namun, ia tidak menjelaskan langkah spesifik untuk mencapai hal tersebut.
Khamenei Terluka Parah Akibat Serangan AS-Israel
Pemimpin tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, sedang menjalani pemulihan setelah menderita luka serius di wajah dan kaki akibat serangan yang dilakukan oleh pasukan AS dan Israel. Insiden ini terjadi saat gencatan senjata sementara antara kedua negara masih berlangsung.