Tentang Ikan Sapu-sapu yang Marak Diburu Sebab Ancam Ekosistem Perairan
Penangkapan Ikan Sapu-sapu di Jakarta Diperketat karena Ancaman pada Ekosistem
Fenomena penangkapan ikan sapu-sapu yang semakin intens di wilayah sungai Jakarta, termasuk Kali Ciliwung hingga waduk di sekitar ibu kota, menarik perhatian publik. Spesies ini memicu aksi pengambilan oleh petugas maupun warga, dikarenakan kemampuannya mengganggu keseimbangan lingkungan perairan.
Operasi Penangkapan Berhasil Tindas Populasi Invasif
Dinas KPKP DKI Jakarta bersama Gulkarmat Jakarta Pusat melakukan operasi gabungan dengan melibatkan 100 personel. Mereka fokus pada Kali Cideng, dekat Plaza Indonesia dan Menteng, untuk mengendalikan spesies yang dianggap mengancam ekosistem.
“Penangkapan ini bertujuan membasmi ikan invasif yang berkembang biak di perairan Jakarta,” kata Kepala Dinas KPKP DKI Jakarta, Hasudungan A Sidabalok.
Spesies Ikan Sapu-sapu: Penjelasan Lengkap
Ikan sapu-sapu, atau pleco, memiliki nama ilmiah *suckermouth catfish*. Menurut dokumen US Fish and Wildlife Service, spesies ini berasal dari Amerika Selatan dan mudah menyebar ke perairan baru. Struktur tubuh kerasnya, mulut berbentuk pengisap, serta kemampuan bertahan di air kotor atau rendah oksigen membuatnya adaptif di berbagai lingkungan, termasuk sungai dan waduk Indonesia.
Kemampuan ikan ini menggali dasar sungai untuk membuat sarang berpotensi merusak struktur tebing dan mengganggu sedimentasi. Karakteristik ini mempercepat kerusakan habitat alami.
Mengapa Ikan Sapu-sapu Disebut Hama?
Badan Karantina Indonesia (Barantin) mengklasifikasikan ikan sapu-sapu sebagai spesies asing yang merusak ekosistem lokal. Mereka pernah melakukan pemusnahan terhadap spesies ini untuk melindungi keanekaragaman hayati perairan.
“Ikan sapu-sapu mengancam keseimbangan lingkungan karena bersaing dengan spesies lokal dalam sumber makanan dan habitat,” jelas Barantin.
Karena tidak memiliki predator alami di Indonesia, populasi sapu-sapu tumbuh pesat dan menguasai ekosistem sungai. Hal ini menyebabkan ancaman terhadap kehidupan ikan asli serta gangguan pada rantai makanan.
Dampak Ekologis yang Terus Bertambah
Us Fish and Wildlife Service menyebutkan bahwa kebiasaan ikan sapu-sapu menggali dasar perairan mempercepat erosi dan mengubah struktur habitat. Populasi yang melimpah juga menguras sumber makanan yang seharusnya dimanfaatkan oleh ikan lokal.
Upaya penangkapan dan pengendalian populasi di Jakarta serta daerah lain bertujuan menjaga stabilitas ekosistem. Tanpa pengawasan, spesies ini bisa merusak lingkungan secara lebih luas.
Sementara itu, warga di daerah lain seperti Kabupaten Bandung juga aktif berburu ikan sapu-sapu sebagai bahan pakan ternak. Namun, keberadaannya tetap memicu kekhawatiran karena potensi dampak jangka panjang pada perairan.