Main Agenda: Israel Setuju Setop Serangan ke Lebanon Jelang Perundingan
Israel Menyetujui Penghentian Serangan ke Lebanon Sebelum Perundingan
Dalam laporan terkini, Israel dikabarkan telah menyetujui penghentian serangan terhadap Beirut, ibu kota Lebanon, sebagai respons atas permintaan dari Amerika Serikat (AS). Langkah ini menjadi bagian dari persiapan untuk perundingan langsung antara kedua pihak.
Koordinasi dengan AS Mempercepat Prosedur
Sumber diplomatik dari Tel Aviv, seperti dilansir Anadolu Agency, menyatakan bahwa Israel setuju menghentikan operasi militer terhadap kota Beirut setelah menerima arahan dari AS. Menurut sumber tersebut, saat ini tidak ada target militer penting yang masih dapat ditargetkan di wilayah tersebut.
“Tidak ada target militer signifikan yang terlihat di Beirut pada tahap ini,” ujar sumber diplomatik Israel yang dilaporkan oleh Haaretz pada Jumat (10/4).
Dalam konteks geopolitik, tekanan dari Iran terhadap Israel untuk menetapkan gencatan senjata di Lebanon semakin kuat. Iran juga mengancam akan menarik diri dari kesepakatan AS-Israel jika keputusan tersebut tidak segera diambil.
Koordinasi dan Konflik Pandangan
Pertemuan perdana antara Israel dan Lebanon direncanakan berlangsung pada Selasa (14/4) mendatang di Departemen Luar Negeri AS di Washington DC. Rencana ini diumumkan oleh kantor kepresidenan Lebanon pada Jumat (10/4) waktu setempat.
Sementara itu, serangan Israel terhadap Lebanon telah meningkat sejak Rabu (8/4), satu hari setelah AS dan Iran sepakat menetapkan gencatan senjata selama dua minggu. Tehran dan Pakistan, sebagai mediator, menyatakan bahwa perjanjian tersebut mencakup wilayah Lebanon, tetapi Tel Aviv dan Washington membantah klaim ini.
Perundingan AS-Iran dan Tuntutan Lebih Lanjut
Koordinasi antara AS dan Iran juga berlangsung di Islamabad, Pakistan, pada Sabtu (11/4). Di sana, para pemimpin berdiskusi tentang penyelesaian gencatan senjata. Mohammad Bagher Ghalibaf, ketua parlemen Iran, menegaskan bahwa dua kondisi utama—gencatan senjata di Lebanon dan pencairan aset yang diblokir—telah disepakati bersama.
“Kedua kondisi ini harus segera dipenuhi sebelum negosiasi dimulai,” tulis Ghalibaf melalui akun media sosial X.
Walau demikian, hingga saat ini belum ada pernyataan resmi dari pihak Israel mengenai klaim tersebut. Langkah-langkah ini dinilai sebagai bagian dari upaya untuk menciptakan lingkungan stabil sebelum perundingan resmi dimulai.