Solving Problems: 34 Tahun di IPSI, Prabowo Minta Maaf Tak Bisa Bawa Pencak Silat ke Olimpiade
34 Tahun di IPSI, Prabowo Minta Maaf Tak Bisa Bawa Pencak Silat ke Olimpiade
Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan bahwa ia akan mengakhiri jabatannya sebagai Ketua Umum PB Ikatan Pencak Silat Indonesia (PB IPSI). Dalam pertemuan Munas XVI IPSI di JCC, Jakarta, Sabtu (11/4/2026), Prabowo memohon maaf karena selama tiga puluh empat tahun memimpin organisasi tersebut, ia belum mampu memasukkan pencak silat ke dalam ajang Olimpiade.
“Saudara-saudara, saya rasa ini bisa menjadi momen untuk menyampaikan kenangan, karena di sini saya mengundurkan diri sebagai Ketua Umum. Sebelumnya, saya juga pernah menjabat sebagai Wakil Ketua Umum. Dengan demikian, saya telah berada di lingkungan IPSI selama 34 tahun,” ujarnya.
Prabowo menegaskan bahwa ia tetap akan memberikan dukungan kepada IPSI, baik dalam posisi jabatan maupun tanpa. Ia menyatakan kepercayaannya bahwa penggantinya nanti akan berhasil mengangkat pencak silat ke tingkat internasional.
“Saya siap terus mendukung IPSI, apakah dalam kapasitas jabatan atau tidak. Seorang pendekar berjuang hingga napas terakhir, Saudara-saudara,” tambah Prabowo.
Dalam kesempatan tersebut, Prabowo mengingatkan para pelaku dan pembina pencak silat agar tidak terlalu terobsesi dengan ambisi. Ia menekankan perlunya menjaga kemurnian serta kualitas seni bela diri tersebut.
“Kita tidak perlu terlalu obsesi pada ambisi. Yang terpenting adalah memastikan kemurnian dan kualitas pencak silat. Jika ilmunya murni dan kuat, maka banyak negara akan tertarik belajar dari kita,” katanya.
Prabowo memberi contoh bagaimana negara-negara seperti Vietnam dan Thailand yang dulu belajar dari Indonesia kini bisa lebih unggul dalam kompetisi. Ia mengakui bahwa hal itu adalah bagian dari risiko dan tanggung jawab seorang guru.
“Terkadang mereka mempelajari teknik dan menjadi lebih hebat. Ini adalah risiko yang harus diterima seorang pendidik. Saat dulu kita melatih negara-negara lain, kini mereka bisa mengungguli kita, tidak apa-apa karena itu adalah tugas seorang guru,” ujarnya.