Important News: Israel Gempur Lebanon Selatan, Tewaskan 13 Personel Keamanan Negara

Israel Serang Lebanon Selatan, 13 Anggota Keamanan Tewas

Israel melakukan serangan udara di kota Nabatiyeh, wilayah selatan Lebanon, pada Jumat (10/4), yang mengakibatkan kematian minimal 13 orang dari kekuatan keamanan negara. Serangan ini adalah bagian dari rangkaian serangan yang dilancarkan Tel Aviv, saat Lebanon bersiap memulai perundingan gencatan senjata dengan Israel.

Laporan AFP: Serangan Menargetkan Kantor Keamanan

Menurut laporan Kantor Berita Nasional Lebanon (NNA), yang dikutip AFP, pada hari Jumat (10/4) pesawat tempur Israel melancarkan serangkaian serangan besar ke Nabatiyeh. Seorang fotografer AFP di lokasi menyaksikan kerusakan parah di kantor keamanan negara, di mana api masih menyala.

“Kehilangan yang terjadi hanya memperkuat semangat kami untuk mencapai gencatan senjata, yang akan melindungi Lebanon dan rakyat kami di wilayah selatan,” ujar Perdana Menteri Lebanon, Nawaf Salam, dalam pernyataannya.

Presiden Lebanon, Joseph Aoun, meminta komunitas internasional untuk mengambil peran dalam mengakhiri agresi Israel yang berulang. Serangan udara Israel terus meningkat sejak Rabu (8/4), atau sehari setelah kesepakatan gencatan senjata dua minggu antara Amerika Serikat dan Iran. Teheran serta Pakistan, sebagai mediator, menyatakan bahwa gencatan senjata tersebut mencakup wilayah Lebanon. Namun Tel Aviv dan Washington menolak pernyataan tersebut.

Data dari otoritas Lebanon mencatat lebih dari 300 orang, terutama warga sipil, tewas akibat gelombang serangan udara Israel sejak Rabu (8/4). Pada Kamis (9/4) sore, militer Israel mengeluarkan peringatan untuk menyerang area padat penduduk di pinggiran selatan Beirut. Namun, serangan belum dilakukan hingga hari Jumat (10/4).

Peringatan Tel Aviv mencakup wilayah yang berisi rumah sakit besar dan jalur jalan menuju satu-satunya bandara internasional di Lebanon. Seorang diplomat negara Barat, yang tidak menyebutkan nama, mengatakan kepada AFP bahwa negara-negara Eropa dan Arab sedang mendorong Israel agar berhenti menyerang kota Beirut.

Menteri Pekerjaan Umum dan Transportasi Lebanon, Fayez Rasamny, menyatakan bahwa pihaknya menerima jaminan dari diplomat asing bahwa bandara dan jalur menuju bandara akan aman dari serangan. Jaminan serupa juga diberikan oleh Mohammad Zaatari, direktur Rumah Sakit Rafic Hariri, fasilitas medis terbesar di Lebanon, yang mengklaim bahwa Komite Palang Merah Internasional menjamin rumah sakit tidak akan disasar.

Israel mengklaim bahwa pasukannya telah mengebom lebih dari 4.300 situs Hizbullah di Lebanon serta menewaskan lebih dari 1.400 petempur dari kelompok tersebut. Hizbullah, yang didukung Iran, menyatakan bahwa pasukan mereka melancarkan rangkaian serangan roket ke wilayah Israel bagian utara dan menyerang pasukan Israel yang masuk ke zona perbatasan. Kelompok itu juga mengklaim menembakkan rudal ke pangkalan angkatan laut Israel di Ashdod pada hari Jumat (10/4).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *