Rais Syuriah NU: Guru Tua inspirasi pendidikan dan dakwah nusantara

Rais Syuriah NU: Guru Tua sebagai Panutan dalam Pendidikan dan Dakwah

Palu, Rabu – Dalam rangka memperingati Haul ke-58 Guru Tua, Rais Syuriah Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PBNU) Prof Zainal Abidin mengapresiasi peran tokoh pendiri Perguruan Alkhairaat ini sebagai inspirasi dalam pengembangan pendidikan dan dakwah Islam di Nusantara. Menurutnya, jejak perjuangan Guru Tua tidak hanya membawa dampak pada pembangunan pendidikan di wilayah timur Indonesia, tetapi juga menjadi fondasi dalam menciptakan generasi yang cerdas dan bermoral.

Kepemimpinan Berbasis Kepedulian dan Sabar

Prof Zainal Abidin menyoroti sifat telaten dan penuh kesabaran Guru Tua dalam membina para murid. Kepedulian tinggi terhadap pendidikan dan pengajaran ini dianggap sebagai dasar dalam membentuk individu yang memiliki ilmu pengetahuan dan akhlak mulia. “Haul yang jatuh pada 12 Syawal 1447 Hijriah atau 1 April 2026 memiliki makna lebih dari sekadar tradisi tahunan,” tambahnya.

“Nilai-nilai yang terkandung di dalam peringatan Haul ini perlu dihayati untuk memperkukuh kehidupan bangsa yang berakhlak dan berilmu,” kata Zainal Abidin.

Menyesuaikan Ajaran Islam dengan Budaya Lokal

Guru Tua, menurut Zainal, juga dikenal karena kemampuannya menghargai budaya setempat sebelum menyelarasinya dengan ajaran Islam. Ia mengatakan, pendekatan ini memungkinkan pengembangan pendidikan yang lebih relevan dan inklusif. “Jika ada hal yang bertentangan dengan nilai-nilai Islam, maka Guru Tua selalu mencarikan solusi yang bijak,” ujarnya.

Contoh Toleransi dalam Praktik Pendidikan

Dalam lingkungan Alkhairaat, Guru Tua menunjukkan sikap toleransi dengan mengundang seorang guru matematika non-Muslim untuk mengajar. Tindakan ini menegaskan komitmen terhadap keharmonisan antaragama. “Perguruan ini selalu memastikan kegiatan belajar mengajar berjalan lancar, bahkan dengan mengajukan pertanyaan tentang proses pengajaran,” lanjut Zainal Abidin.

“Guru Tua adalah contoh nyata bahwa dakwah Islam bisa berjalan dengan menghormati keberagaman, termasuk tokoh lintas agama,” ucapnya.

Hargaan pada Warisan Pemikiran Guru Tua

Menurut Prof Zainal Abidin, warisan pemikiran dan perjuangan Guru Tua hingga kini masih relevan. Ia berharap, lembaga seperti Abnaul Khairaat dapat mengaktualisasikan nilai-nilai positif yang ditinggalkan tokoh besar ini. “Guru Tua membawa peradaban yang berakhlak, toleran, dan berilmu,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *