New Policy: Kemenkes Desak Penanganan Serius Penyakit ATM Papua Pegunungan

Kemenkes Desak Penanganan Serius Penyakit ATM Papua Pegunungan

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melalui Asosiasi Dinas Kesehatan (Adinkes) menegaskan pentingnya pengendalian penyakit Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS), Tuberculosis (TBC), dan Malaria (ATM) di enam wilayah yang menjadi fokus utama. Upaya ini bertujuan mencegah kematian sejak dini serta menciptakan harmonisasi antara program pusat dan daerah dalam mengatasi ketiga penyakit tersebut.

Dalam wawancara tertulis di Wamena pada Sabtu (12/4), Ferdinan J Laihad, anggota Badan Eksekutif Adinkes, menegaskan bahwa penanganan penyakit ATM harus dilakukan secara menyeluruh dan terkontrol. Ia menyebutkan, langkah ini krusial untuk mengurangi jumlah pasien serta dampak negatif yang diakibatkan oleh penyakit-penyakit ini di Papua Pegunungan.

“Penyakit ATM tidak hanya bisa ditangani oleh Dinas Kesehatan provinsi atau kabupaten, tetapi memerlukan partisipasi aktif dari berbagai sektor, termasuk pemerintah pusat, masyarakat, dan lembaga eksternal,” ujar Ferdinan J Laihad.

Kemenkes berharap kegiatan penanganan dapat berjalan efektif tanpa mengorbankan keselamatan petugas dan masyarakat. Untuk mencegah risiko, beberapa program diadakan di lokasi terpilih dengan persetujuan Adinkes pusat. Meski demikian, lokus intervensi tetap sama, dengan penyesuaian strategi berdasarkan kondisi keamanan di lapangan.

Selama ini, enam daerah di Papua Pegunungan—Kabupaten Jayawijaya, Nduga, Yahukimo, Mamberamo Tengah, Yalimo, dan Pegunungan Bintang—telah mendapatkan dukungan dari Global Fund. Pendekatan terfokus ini diharapkan bisa menjadi contoh yang bisa diaplikasikan di wilayah lain di Indonesia.

Pemerintah daerah, termasuk provinsi dan kabupaten, diminta aktif mendukung inisiatif penanganan. Ferdinan menekankan bahwa kerja sama lintas sektor, baik dari lembaga pemerintah maupun swasta, adalah kunci dalam memerangi penyakit ATM. Kolaborasi ini diharapkan menciptakan sistem penanganan yang kuat dan berkelanjutan.

Kabupaten Banyuasin, sebagai contoh, gencar membangun kemitraan antara dinas kesehatan dan pihak lain. Upaya ini bertujuan mengendalikan ancaman AIDS, TBC, dan Malaria. Sementara itu, Gubernur Papua Matius D Fakhiri mengambil kesempatan Hari AIDS Sedunia untuk mempercepat layanan HIV di wilayahnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *