Meeting Results: 5 Fakta Restrukturisasi Utang Kereta Cepat Whoosh Tuntas hingga Opsi Diambil Alih Kemenkeu
5 Fakta Restrukturisasi Utang Kereta Cepat Whoosh Tuntas hingga Opsi Diambil Alih Kemenkeu
Jakarta – Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung, yang dikenal sebagai Whoosh, telah menyelesaikan proses restrukturisasi utangnya. Pihak terkait berencana mengumumkan hasilnya kepada publik dalam waktu dekat. Pembahasan terkait kesepakatan telah mencapai tahap akhir setelah dilakukan konsultasi dengan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.
Opsi Penyelesaian oleh Kemenkeu
Pemerintah menyebutkan salah satu skema yang dipertimbangkan adalah pengambilalihan proyek oleh Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Penyelesaian ini ditetapkan, tetapi belum bisa diumumkan secara detail karena melibatkan beberapa pihak. Meski demikian, Purbaya memastikan semua keputusan telah final dan hanya menunggu waktu untuk disampaikan secara resmi.
“Sudah selesai, sudah diputuskan. Nanti diumumkan begitu waktunya,” kata Purbaya.
Kepala Badan Pengelola (BP) BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara Dony Oskaria menyatakan bahwa restrukturisasi utang telah rampung. “Whoosh juga akan segera selesai dengan Pak Menkeu. Mungkin Insyaallah dalam minggu depan, saya dan Pak Menkeu atau minggu depan atau dua minggu lagi akan ketemu dan juga dengan teman-teman wartawan, dengan Pak Menkeu untuk menyampaikan penyelesaian dari Whoosh yang sudah selesai, sudah final ya,” ujarnya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa 7 April 2026.
Proses Formal Masih Berjalan
Saat ini, kata Dony, proses hanya tinggal memasuki tahap formal seperti penandatanganan dokumen. Ia menegaskan bahwa seluruh kajian telah diselesaikan dan kesepakatan antara pihak terkait telah tercapai. “Tadi saya berdiskusi dengan Pak Menkeu juga. Dan sudah ada kesepakatannya. Sudah selesai semua kajian dan lain sebagainya. Tinggal kita akan ada proses formalnya ya. Ada signing dan sebagainya. Yang nanti teman-teman wartawan akan diundang,” tambahnya.
Dony menuturkan bahwa pemerintah fokus pada penyelesaian masalah secara menyeluruh, tanpa memperdebatkan penyebab masa lalu. Upaya ini bertujuan memperbaiki kesehatan perusahaan BUMN serta memperkuat tata kelola di masa depan.
Proses restrukturisasi utang ini dinilai sebagai langkah penting untuk memastikan proyek kereta cepat tetap berjalan lancar. Seluruh pihak terlibat sepakat bahwa opsi pengambilalihan oleh Kemenkeu adalah salah satu solusi yang dipilih setelah melalui analisis mendalam.