Special Plan: Perang Tak Kunjung Tuntas, Presiden AS Sepakat Luncurkan Bom Nuklir
Langkah Ekstrem AS untuk Berakhirkan Perang dengan Iran
Dalam situasi perang yang belum tuntas, pemerintah AS tengah mempertimbangkan pilihan taktis yang berpotensi mengubah skenario konflik. Kebijakan ini membangkitkan kenangan akan keputusan bersejarah Presiden Harry S. Truman pada 1945, saat ia memutuskan memakai senjata nuklir untuk menghentikan perang dengan Jepang.
Skenario Perang Dunia II di Pasifik
Dalam catatan sejarah, Truman sempat mempertimbangkan operasi besar-besaran untuk menginvasi Jepang. Namun, laporan dari situs Truman Library menunjukkan bahwa rencana ini dianggap terlalu berisiko dan mahal, sehingga memaksa pilihan untuk melepaskan bom nuklir. Peristiwa tersebut terjadi antara 6 hingga 15 Agustus 1945, saat Perang Dunia II masih berlangsung di kawasan Pasifik.
Dalam sejarah dunia, Presiden AS Harry S. Truman dulu mengambil langkah paling radikal untuk memaksa Jepang menyerah. Operasi invasi darat dihitung akan menewaskan ratusan ribu prajurit AS serta jutaan penduduk sipil Jepang.
Pasca penerapan bom atom di Hiroshima dan Nagasaki, Kaisar Hirohito akhirnya menyerah pada 15 Agustus 1945. Penandatanganan resmi terjadi di kapal USS Missouri pada 2 September 1945. Tindakan ini memang mengakhiri perang lebih cepat, tetapi tetap memicu kontroversi.
Imbas Jangka Panjang Senjata Nuklir
Menurut situs Britannica, korban tewas di Hiroshima mencapai 70.000-140.000 orang, sementara di Nagasaki sekitar 40.000-80.000. Angka ini tidak meliputi ratusan ribu korban yang menderita efek radiasi sepanjang waktu. Kebijakan ini juga memulai perlombaan senjata nuklir global, yang terus memengaruhi ketegangan politik.
Dalam tulisan “Did Hiroshima Save Japan From Soviet Occupation?”, sejarawan Sergey Rachenko menyebut bahwa bom nuklir bukan hanya alat untuk memaksa kemenangan, tetapi juga sebagai pesan kekuatan terhadap Uni Soviet.
Hingga saat ini, AS belum memberikan pengakuan resmi atas tindakan nuklir pertamanya. Meski dianggap efektif, keputusan Truman tetap diperdebatkan. Di tengah ketegangan dengan Iran, peluang AS kembali menggunakan strategi serupa tidak bisa sepenuhnya diabaikan.