Main Agenda: Wagub Jatim Ajak Warga Nahdliyin Perkuat Sinergi Pembangunan Jatim
Wagub Jatim Ajak Warga Nahdliyin Perkuat Sinergi Pembangunan Jatim
Dalam upaya memajukan Jawa Timur, Emil Dardak, Wakil Gubernur Jawa Timur, mengajak seluruh anggota Nahdliyin untuk meningkatkan kerja sama dalam pembangunan daerah. Ia menekankan pentingnya peran NU sebagai pilar utama dalam kemajuan wilayah serta kolaborasi yang berkelanjutan. Ajakan ini disampaikan selama acara Musyawarah Kerja Wilayah (Muskerwil) Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) di Pondok Pesantren Bejagung, Tuban, yang menjadi wadah untuk memperkuat sinergi antara pemerintah provinsi dan komunitas keagamaan.
Kehadiran Wagub Emil Dardak di Muskerwil PWNU Jatim bertujuan untuk membangun kemitraan yang memberikan manfaat bagi umat di seluruh Jawa Timur. Program-program yang dijalankan warga Nahdliyin di bidang pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan masyarakat telah terbukti berdampak positif. Sinergi ini diharapkan memperkuat kontribusi NU terhadap pembangunan wilayah.
“Muskerwil PWNU Jatim merupakan agenda rutin tahunan yang fokus pada evaluasi program kerja selama setahun terakhir,” kata Ketua Tanfidziyah PWNU Jatim, KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin.
Menurut Gus Kikin, pertemuan ini juga menjadi ajang untuk meninjau kinerja pengurus PWNU Jatim. Tidak hanya itu, pembahasan persiapan Muktamar NU juga menjadi poin utama. Ia menegaskan kesiapan PWNU Jatim untuk menggelar Muktamar di Surabaya atau wilayah Jawa Timur, menunjukkan soliditas organisasi dalam menjalankan agenda nasional.
Rais Syuriah PBNU, Muhammad Nuh, menyampaikan apresiasi terhadap penyelenggaraan Muskerwil PWNU Jatim. Menurutnya, musyawarah ini relevan karena PBNU membutuhkan perspektif orisinal dari keluarga besar NU. Pelaksanaan Muskerwil juga berdekatan dengan Muktamar NU ke-35, yang dianggap sebagai penyambung antara abad pertama dan kedua organisasi tersebut.
Emil Dardak menegaskan bahwa Pemprov Jatim harus bekerja sama dengan warga Nahdliyin untuk terus mendorong kemajuan Jawa Timur. Ia menyebut kontribusi luar biasa NU dalam berbagai sektor pembangunan, termasuk sejarah peran NU di Surabaya sebagai pelopor. Dengan sumber daya yang luar biasa, Jawa Timur diharapkan dapat memberikan pandangan ke depan yang memacu perjalanan NU ke masa depan yang lebih dahsyat.
Anggota DPR RI Siti Mukaromah menyoroti pentingnya sinergi antara kader NU dan pemerintah dalam mendorong pembangunan serta pelayanan publik. Ia menekankan bahwa kolaborasi ini menjadi kunci kemajuan daerah dan kesejahteraan masyarakat. Di sisi lain, Wakil Gubernur Jambi Abdullah Sani mengajak Ikatan Keluarga Minang (IKM) untuk memperkuat sinergi IKM dalam mendukung program pembangunan daerah, mengingat peran strategis IKM di Jambi.
Bupati Temanggung Agus Setyawan mengapresiasi peran kader NU dalam menjaga persatuan dan menolak radikalisme. Ia menyatakan bahwa kader NU menjadi pilar utama Islam wasathiyah di wilayah tersebut. Gubernur Papua Barat Daya Elisa Kambu juga menyoroti strategi NU dalam menjaga persatuan bangsa di tengah dinamika keberagaman Indonesia, mengajak semua pihak untuk menekan ego demi kesatuan nasional.
Pemerintah Kabupaten Bekasi mengajak warga Nahdliyin untuk memperkuat kerja sama dalam pembangunan daerah, sejalan dengan visi “Bangkit, Maju, dan Sejahtera.” Bupati Ade Kuswara menekankan bahwa kolaborasi antara Pemkab Bekasi dan NU sangat vital untuk mencapai tujuan bersama.