New Policy: Apa yang Terjadi Jika Perundingan AS-Iran Gagal? Ini Jawaban Trump
Apa yang Terjadi Jika Perundingan AS-Iran Gagal? Ini Jawaban Trump
Dari Islamabad, Amerika Serikat (AS) mengungkapkan tidak ada rencana cadangan dalam kasus perundingan damai dengan Iran berakhir tanpa kesepakatan. Hal ini diungkapkan oleh Presiden Donald Trump saat para delegasi dari kedua pihak berlanjut dalam negosiasi hari ini (12/4/2026) untuk mengakhiri konflik di kawasan Timur Tengah. Trump menjelaskan bahwa AS siap menghadapi situasi apa pun tanpa perlunya rencana B.
“Anda tidak perlu rencana cadangan. Militer mereka telah dikalahkan. Kami telah mengintegrasikan semuanya. Mereka memiliki sangat sedikit rudal. Mereka memiliki sangat sedikit kemampuan manufaktur. Kami telah menyerang mereka dengan sangat keras. Militer kami luar biasa; pekerjaan yang telah mereka lakukan,” kata Trump.
Media AS melaporkan bahwa pasukan militer Amerika telah diterjunkan lebih banyak ke wilayah Timur Tengah, meski gencatan senjata dua minggu yang rentan memberikan peluang perdamaian singkat setelah berbulan-bulan pertempuran rudal yang intens. Perundingan dimulai sejak Sabtu, dengan delegasi Iran dipimpin oleh Ketua Parlemen Mohammad Bagher Ghalibaf dan mencakup Menteri Luar Negeri Seyed Abbas Araghchi.
Sementara itu, delegasi AS diwakili oleh Wakil Presiden JD Vance, yang didampingi oleh utusan Trump, Steve Witkoff, dan Jared Kushner. Sebelum proses negosiasi dimulai, Vance memberi peringatan kepada Teheran untuk tidak mengabaikan tawaran Washington.
“Jika mereka mencoba mempermaintkan kami, maka mereka akan mendapati bahwa tim negosiasi tidak begitu responsif,” katanya.
Kedua belah pihak memiliki perbedaan dalam syarat-syarat negosiasi. Pemerintahan Trump mengusulkan kerangka 15 poin yang menuntut Iran menyerahkan uranium tinggi dan menerapkan pembatasan pada kemampuan militer negara tersebut. Sementara itu, Iran mengajukan rencana 10 poin yang menekankan ganti rugi dan pengakuan AS terhadap kedaulatan Teheran di Selat Hormuz.