Key Issue: Ahli Ingatkan Penumpang: Sabuk Pengaman Benda Terkotor di Pesawat

Ahli Ingatkan Penumpang: Sabuk Pengaman Benda Terkotor di Pesawat

Dalam perjalanan penerbangan, salah satu benda yang paling berisiko menyebarkan kuman adalah sabuk pengaman. Banyak penumpang tak menyadari bahwa mereka secara rutin menyentuh sarang bakteri saat naik pesawat, tanpa menyadari betapa kotor dan rentan infeksi bagian tersebut.

Menurut penelitian, permukaan yang sering disentuh oleh banyak orang seperti pegangan kursi, layar, atau sandaran seringkali menjadi tempat berkumpulnya kuman. Namun, sabuk pengaman justru dianggap lebih berbahaya karena tali dan logamnya selalu terkena sentuhan berulang. Profesor dan ahli mikrobiologi lingkungan dari Universitas Arizona, Kelly Reynolds, mengungkapkan bahwa “apa pun yang sering disentuh orang cenderung terkontaminasi karena kita membawa banyak kuman di tangan.”

Kuman Bisa Menetap di Permukaan Pesawat

Doktor William J. Sullivan dari Fakultas Kedokteran Indiana University menambahkan bahwa virus seperti influenza, SARS, norovirus, serta bakteri seperti E. Coli dan MRSA bisa bertahan lama di permukaan. “Bahkan setelah berhari-hari, kuman ini masih bisa menempel dan berbahaya,” jelasnya, mengutip Reader’s Digest.

Menurut Reynolds dan Sullivan, sabuk pengaman paling sering disentuh saat pesawat lepas landas dan mendarat. Benda ini jadi objek kontak utama karena setiap penumpang terbiasa menarik atau melonggarkan saat menaiki dan turun dari pesawat. Namun, kebiasaan ini sering diabaikan, sehingga kuman bisa menumpuk di sana.

Mengapa Sabuk Pengaman Sulit Dibersihkan?

Dua faktor utama membuat sabuk pengaman menjadi benda paling kotor di dalam pesawat. Pertama, objek ini selalu bersentuhan dengan banyak orang. Kedua, bahan tali dan kainnya sulit dibersihkan secara menyeluruh. “Kuman terperangkap di serat bahan, sehingga desinfektan tidak bisa menghilangkan semua kontaminasi,” tambah Sullivan.

Kain sabuk pengaman, terutama bagian tali, tidak dicuci selama berbulan-bulan. Sementara logamnya bisa dilap, tapi biasanya hanya dilakukan secara cepat oleh petugas. “Logam memang lebih mudah disterilkan, tapi pembersihannya sering terlewat,” kata Reynolds.

Langkah untuk Mencegah Penyebaran Kuman

Untuk mengurangi risiko tertular, penumpang disarankan mengambil langkah proaktif. Pertama, bawa tisu desinfektan dan gunakan untuk mengusap permukaan yang terkena kulit. Kedua, hindari menyentuh wajah dengan tangan. Anak-anak maupun dewasa bisa menyentuh wajah hingga 50 kali dalam satu jam, dan tangan yang kotor akan mentransfer kuman ke mata, hidung, atau mulut.

Ketiga, pilih tempat duduk yang jauh dari jalur sibuk, seperti kursi di samping jendela. Kursi di dekat koridor atau toilet akan lebih sering disentuh orang lain. “Kursi di samping jendela mengurangi interaksi, sementara kursi di area ramai meningkatkan risiko kontak,” pungkas Sullivan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *