Meeting Results: Pasukan Intelijen Mematikan Dom Sumurup Ing Banyu, Telik Sandi Mataram yang Habisi Jenderal VOC JP Coen

Pasukan Intelijen Mematikan Dom Sumurup Ing Banyu: Telik Sandi Mataram yang Habisi Jenderal VOC JP Coen

Penelitian Oral History

Dalam upaya mengungkap sejarah intelijen Kerajaan Mataram, para peneliti dari Universitas Indonesia (UI) mengungkap nama pasukan rahasia yang disebut Dom Sumurup Ing Banyu. Nama ini muncul dalam penelitian yang berjudul “Situs Makam Nyimas Utari Sandijayaningsih”, yang diuraikan oleh R. Rahmat Romadon, Nurazizah, dan Rachmi Yamini. Menurut laporan tertulis, pasukan ini disiapkan oleh Ki Bagus Wanabaya, salah satu tokoh penting Kerajaan Mataram, di sekitar wilayah Kelurahan Tapos, Kota Depok, Jawa Barat.

Kisah tentang Dom Sumurup Ing Banyu, yang dijaga kerahasiaannya secara ketat, diakui oleh salah satu narasumber penelitian, Hasnan Habib. Ia menyebut cerita tersebut diperoleh melalui narasi tokoh-tokoh lokal di Kelurahan Tapos, seperti Kong Minggu, Kong Suin, dan Kong Tahib. Para peneliti juga sempat bertemu dengan Kong Tahib, yang menunjukkan keris peninggalan Kerajaan Mataram sebagai bukti keturunan dari pasukan rahasia tersebut.

“Kisah kepahlawanan pasukan telik sandi Mataram, Dom Sumurup Ing Banyu, diketahuinya melalui cerita tutur sejumlah tokoh lokal di Kelurahan Tapos,”

Histori Pasukan Rahasia

Pasukan Dom Sumurup Ing Banyu dibentuk sebagai respons terhadap kekuatan VOC yang semakin menguat di bawah kepemimpinan Gubernur Jenderal JP Coen. Tentara Belanda ini terkenal sulit ditaklukkan oleh pasukan Kesultanan Mataram. Untuk mengatasi ancaman tersebut, Sultan Agung memerintahkan Ki Bagus Wanabaya untuk mengutamakan strategi melemahkan VOC melalui tindakan khusus.

Menurut Kong Tahib, pasukan ini memiliki peran vital dalam sejarah perlawanan melawan Belanda. Ia menjelaskan bahwa informasi tentang Dom Sumurup Ing Banyu ditemukan dalam catatan harian prajurit telik sandi Mataram, yang merupakan warisan leluhurnya dari almarhum Kong Minggu. “Saya mengetahui cerita tentang pasukan telik sandi Dom Sumurup Ing Banyu serta Nyimas Utari melalui dokumen tersebut,”

Legenda Nyimas Utari

Selain Dom Sumurup Ing Banyu, kisah Nyimas Utari Sandijayaningsih juga terkait dengan pasukan rahasia tersebut. Legenda tentang makam Giriloyo dan makam ghaib Sultan Agung menjadi bagian dari narasi yang dilestarikan oleh tokoh lokal. Makam-makam ini dianggap sebagai simbol keberanian Kesultanan Mataram dalam menghadapi penjajahan.

Para peneliti menyebutkan bahwa cerita tersebut menggambarkan upaya kerajaan untuk meraih kemenangan melalui strategi intelijen. Meski tidak banyak dokumentasi tertulis, keberadaan pasukan Dom Sumurup Ing Banyu tetap diingat melalui narasi-narasi yang dilestarikan oleh generasi penerus sejarah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *