Special Plan: Hindari Timur Tengah, 40% Kapal Global Kini Isi BBM di Bunker Mauritius

Hindari Timur Tengah, 40% Kapal Global Kini Isi BBM di Bunker Mauritius

PORT LOUIS – Pesisir kecil Mauritius kini menjadi titik pengisian bahan bakar yang menarik perhatian kapal kargo internasional. Hal ini terjadi karena ketegangan di wilayah Timur Tengah yang mendorong sejumlah kapal memilih jalur alternatif lebih aman di sepanjang Samudra Hindia.

Meningkatnya risiko keamanan memaksa operator pelayaran mengubah pola rute mereka. Sebagai akibatnya, aktivitas pengisian bahan bakar atau bunkering di pelabuhan Port Louis melonjak drastis. Menurut data Mauritius Ports Authority, jumlah kapal yang mengisi bahan bakar naik 42% menjadi 294 unit pada Maret 2026, dibandingkan 207 unit di bulan sebelumnya.

“Berdasarkan perkembangan konflik di Timur Tengah yang bisa memengaruhi sejumlah operator bunker, muncul potensi hambatan dalam pasokan bahan bakar,” kata Juru Bicara Mauritius Ports Authority, seperti dilansir Bloomberg, Minggu (12/4/2026).

Kenaikan ini juga didukung oleh kenaikan volume bahan bakar yang disalurkan, mencapai 109.708 ton pada periode yang sama, dibandingkan 69.680 ton di bulan sebelumnya. Perubahan ini tidak hanya dipengaruhi oleh faktor keamanan, tetapi juga dinamika permintaan energi global yang terganggu oleh pasokan dari Timur Tengah.

Mauritius, yang memiliki posisi strategis antara Asia dan Afrika Selatan, sebelumnya mencatat pertumbuhan penjualan bahan bakar hingga satu juta ton pada tahun 2025. Tren ini terus berkembang seiring kapal-kapal memutar rute melalui Tanjung Harapan, menghindari serangan di Laut Merah.

Sementara itu, Amerika Serikat mengklaim dua kapal perangnya melewati Selat Hormuz, tetapi pernyataan ini disangkal oleh Iran. Perubahan jalur pelayaran ini memberikan dampak signifikan pada kegiatan pelabuhan di daerah lain, seperti Pelabuhan Walvis Bay di Namibia.

Saat ini, pemasok bahan bakar dan perusahaan minyak di Port Louis masih mampu memenuhi permintaan yang meningkat, berkat kapasitas penyimpanan yang memadai. Distribusi bahan bakar utamanya dilakukan via kapal tongkang terapung untuk menjaga efisiensi. Sebagai persiapan jangka panjang, otoritas pelabuhan telah menyusun rencana pembangunan yang mencakup tambahan fasilitas penyimpanan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *