Key Strategy: Kemenkes Tetapkan KLB Campak di Tujuh Daerah Sulsel, Ratusan Anak Terinfeksi

Kemenkes Tetapkan KLB Campak di Tujuh Daerah Sulsel, Ratusan Anak Terinfeksi

Pengembangan KLB Campak di Sulawesi Selatan

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB) untuk penyakit campak di tujuh wilayah di Sulawesi Selatan. Penetapan ini dilakukan setelah jumlah kasus meningkat signifikan, terutama di Kota Makassar, Kabupaten Luwu, Wajo, Sinjai, Bulukumba, Jeneponto, dan Luwu Timur. Dinas Kesehatan Sulsel mencatat 169 anak terkonfirmasi positif melalui pemeriksaan laboratorium hingga 8 April 2026.

Menurut Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Sulsel, Muhammad Yusri Yunus, penyebaran virus campak telah terdeteksi sejak akhir tahun 2025. Gejala penyakit ini semakin meningkat pada awal 2026, khususnya di bulan Januari, Februari, dan Maret. Meski status KLB biasanya ditentukan oleh pemerintah daerah, kasus yang meluas secara nasional mendorong Kemenkes untuk mengambil tindakan cepat.

“Tanpa kekebalan tubuh yang menyeluruh, virus campak bisa menyebar ke siapa saja, baik yang sudah maupun belum divaksinasi,” kata Yusri Yunus.

Sebagai langkah mitigasi, Kemenkes memulai program Outbreak Response Immunization (ORI) atau imunisasi darurat. Target utama program ini adalah anak-anak berusia 9 hingga 59 bulan, dengan harapan menghentikan penyebaran wabah. Dinkes Sulsel mengimbau orang tua di daerah terdampak, seperti Sinjai, untuk segera membawa anaknya ke fasilitas kesehatan, terutama bagi yang belum lengkap menerima vaksin.

KLB di Wilayah Lain

Tidak hanya Sulsel, Kemenkes juga mengumumkan empat wilayah di Sumatera Selatan sebagai KLB campak. Peningkatan kasus di Cilacap, Klaten, dan Pati memicu kewaspadaan lebih tinggi. Dinas Kesehatan Subang mencatat ratusan kasus campak sepanjang tahun 2025 hingga triwulan pertama 2026, yang berdampak pada percepatan imunisasi.

Menurut data terbaru, Kemenkes mencatat total 8.716 kasus campak hingga minggu ke-9 tahun 2026. Pemerintah sedang gencar mendorong vaksinasi untuk mencegah penyebaran lebih luas. Dinas Kesehatan Kabupaten Batang juga melakukan upaya antisipatif dengan siapkan program imunisasi guna menghadapi peningkatan angka penyakit di wilayahnya.

Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat, menekankan perlunya prioritas pada pemenuhan Imunisasi Dasar Lengkap (IDL) bagi anak-anak. Ia meminta pemerintah mempercepat vaksinasi untuk mencegah ledakan wabah yang bisa mengancam generasi penerus bangsa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *