Latest Program: Pemkab Sigi Prioritaskan Perbaikan 25 Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) Tahun 2026
Pemkab Sigi Prioritaskan Perbaikan 25 Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) Tahun 2026
Pemerintah Kabupaten Sigi menetapkan fokus utama pada program pengadaan RTLH tahun 2026, dengan jumlah 25 unit rumah yang akan diupayakan penanganiannya. Upaya ini bertujuan meningkatkan kualitas kehidupan warga melalui pemenuhan hunian yang lebih layak. Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kabupaten Sigi, yang dipimpin oleh Armin, menyatakan bahwa data yang disusun sementara dan bisa bertambah seiring pendataan lanjutan.
Program RTLH 2026 diumumkan setelah Bupati Sigi melakukan kunjungan langsung ke lokasi. Inisiatif ini menunjukkan komitmen kuat pemerintah daerah dalam menangani masalah perumahan. Armin menegaskan bahwa 25 rumah terdata menjadi prioritas utama dinasnya. Meski begitu, jumlah tersebut bisa berubah karena kebutuhan warga terus berkembang.
Dalam beberapa tahun terakhir, Pemkab Sigi telah mencapai progres dalam perbaikan RTLH. Terdapat 66 rumah yang telah diperbaiki, termasuk 32 unit yang rusak akibat bencana alam. Pengalaman ini menjadi dasar untuk program 2026 yang lebih terorganisir. Proses pemilihan penerima bantuan dilakukan secara bertahap, melibatkan verifikasi dari pemerintah daerah, provinsi, hingga pusat.
“Data verifikasi kami satukan, sehingga saat ada permintaan, hasilnya sudah siap. Bantuan bisa langsung diberikan sesuai kebutuhan dari provinsi atau pusat,” ujar Armin.
Kolaborasi lintas tingkat pemerintahan menjadi faktor kunci keberhasilan program. Sistem data terintegrasi mempercepat respons dan koordinasi, memastikan penyaluran bantuan lebih efisien. Armin menekankan bahwa prioritas penanganan RTLH bukan hanya perbaikan fisik, tetapi juga memastikan fasilitas sanitasi dan air minum yang memadai.
Hunian layak huni dianggap sebagai fondasi untuk peningkatan kesehatan, pendidikan, dan kesejahteraan keluarga. Dengan investasi jangka panjang dalam RTLH, Pemkab Sigi bertujuan mewujudkan perubahan signifikan bagi masyarakat. Program ini diharapkan memberikan dampak positif yang berkelanjutan dalam pembangunan sumber daya manusia di wilayah tersebut.