Solving Problems: SMAN 1 Teladan Yogyakarta Wakili DIY di Ajang LCC MPR Tingkat Nasional

SMAN 1 Teladan Yogyakarta Wakili DIY di Ajang LCC MPR Tingkat Nasional

Kemenangan di Babak Final

SMAN 1 Teladan Yogyakarta berhasil memperoleh posisi sebagai perwakilan DIY dalam lomba LCC Empat Pilar MPR RI tahun 2026 tingkat nasional, yang akan digelar bulan September mendatang. Dalam babak penentuan, sekolah ini mengalahkan dua pesaing kuat, SMAN 7 Yogyakarta sebagai peringkat dua dan MAN 1 Yogyakarta sebagai peringkat tiga.

Adapun pemenang kedua dan ketiga menerima penghargaan berupa uang tunai masing-masing Rp 7,5 juta dan Rp 5 juta, serta medali serta piala sebagai tanda keberhasilan.

“Selama dua minggu, mereka menjalani latihan di pagi hari dan malam hari, bahkan pada waktu senggang. Peserta yang lolos adalah siswa-siswi terpilih melalui proses seleksi ketat, bukan sekadar diangkat secara acak,” kata Muhammad Faruq Jabbar Baihaqie, guru pembimbing SMAN 1 Teladan Yogyakarta dalam wawancara Minggu (12/4/2026).

Faruq optimis siswanya siap menghadapi babak nasional dan mampu mengimplementasikan nilai Empat Pilar dalam kehidupan sehari-hari. Ia juga menginginkan peserta LCC semakin memahami makna dari keempat prinsip tersebut.

Proses Seleksi di Tingkat Provinsi

LCC Empat Pilar MPR RI tahun 2026 tingkat DIY diawali dengan pembukaan oleh Wakil Ketua MPR, Hidayat Nur Wahid. Sebanyak sembilan sekolah menengah atas (SMA/SMK) dari seluruh kabupaten/kota di DIY turut berpartisipasi. Daftar peserta meliputi SMKN 1 Wonosari, SMAN 2 Bungantapan, SMAN 1 Teladan Yogyakarta, SMAN 1 Ngaglik, SMAN 1 Bantul, MAN 1 Yogyakarta, MAN 7 Yogyakarta, SMAN 2 Bantul, serta MAN 2 Sleman.

Harapan Gubernur untuk Generasi Muda

Sri Sultan Hamengkubuwono X, melalui perwakilannya Kepala Kesbangpol DIY, Lilik Adi Aryanto, menegaskan bahwa LCC Empat Pilar MPR bertujuan memperkuat rasa nasionalisme dan kebangsaan. Empat Pilar, menurutnya, adalah fondasi penting dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan berbangsa dan bernegara, baik internal maupun eksternal.

Perkembangan teknologi dan informasi, menurut Sultan, tidak selalu sejalan dengan nilai adat, budaya, dan identitas bangsa Indonesia. Ia menilai Empat Pilar MPR berperan sebagai penghalang terhadap dampak negatif dari kemajuan teknologi. “Empat Pilar bukan hanya tentang ideologi, tetapi juga mengandung etika. Nilainya menjadi pilar moral dalam kehidupan berbangsa dan bernegara yang harus selalu dijaga,” jelasnya.

Sultan berharap peserta LCC mampu menjadi generasi muda yang berideologi Pancasila, tangguh dalam menghadapi perubahan, serta memiliki rasa toleransi dan tanggung jawab tinggi dalam setiap tindakan mereka.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *