Meeting Results: Media Iran Sebut Ambisi AS Halangi Kesepakatan Damai
Media Iran Sebut Ambisi AS Halangi Kesepakatan Damai
Pembicaraan antara Amerika Serikat dan Iran yang diadakan di Islamabad gagal mencapai kesepakatan, menurut laporan kantor berita Tasnim yang tergabung dengan pemerintah Iran. Media tersebut menuduh tuntutan dan ambisi AS menjadi penghalang utama dari “kerangka kerja dan kesepakatan bersama” yang diusahakan kedua belah pihak.
Seorang koresponden Tasnim melaporkan dari Islamabad bahwa negosiasi antara tim Iran dan Amerika berakhir dalam beberapa menit, karena dianggap terjadi intervensi dan ambisi AS yang berlebihan. “Kedua pihak belum bisa mencapai kesepakatan hingga saat ini,” kata sumber tersebut, dikutip CNN pada Minggu (12/4).
“Faktanya, kita perlu melihat komitmen tegas bahwa mereka tidak akan berupaya memiliki senjata nuklir dan tidak akan berupaya mendapatkan alat-alat yang memungkinkan mereka memperoleh senjata nuklir dengan cepat,” ujar Wakil Presiden AS JD Vance sebelum kembali ke AS setelah perundingan tidak menghasilkan kesepakatan.
Vance menambahkan, para negosiator Iran menolak menerima syarat AS yang ia anggap “cukup fleksibel”. “Pertanyaannya adalah, apakah kita melihat komitmen mendasar dari Iran untuk tidak mengembangkan senjata nuklir, bukan hanya sekarang atau dua tahun dari sekarang, tetapi untuk jangka panjang? Kita belum melihat itu. (Tapi) kita berharap akan melihatnya,” lanjutnya.
Pembicaraan damai antara AS dan Iran dimulai pada Sabtu dan berlangsung hingga Minggu, dengan mediasi Pakistan. Kesepakatan gencatan senjata sebelumnya telah dicapai pada Rabu. Delegasi AS dipimpin oleh JD Vance, sedangkan Iran diwakili oleh Ketua Parlemen Mohammad Baqer Qalibaf dan Menteri Luar Negeri Abbas Araqchi.
Kemarin, ini menjadi pertemuan tatap muka pertama antara kedua negara sejak Revolusi Islam 1979. Meski usaha mencapai kesepakatan gagal, perundingan tetap berjalan dengan upaya mediasi Pakistan untuk mengurangi ketegangan antara kedua pihak.