Special Plan: Waka MPR Akbar Supratman dukung Sugiono jadi ketua umum IPSI
Waka MPR Akbar Supratman Dukung Sugiono Jadi Ketua Umum IPSI
Jakarta – Wakil Ketua MPR RI AM. Akbar Supratman menyatakan dukungan terhadap Menteri Luar Negeri Sugiono untuk menjabat sebagai Ketua Umum PB IPSI periode 2026–2030. Sebagai Ketua IPSI Sulawesi Tengah, ia menilai Sugiono memiliki kompetensi dan pengalaman yang diperlukan untuk memimpin organisasi pencak silat tersebut ke depan.
“Di Sulawesi Tengah, kami mendukung sepenuhnya Bapak Sugiono untuk memimpin IPSI. Beliau memiliki kapasitas, jejaring, serta pengalaman yang sangat dibutuhkan untuk membawa IPSI semakin maju dan berprestasi,” ujar Akbar dalam keterangan di Jakarta, Minggu.
Akbar menegaskan, kepemimpinan yang kuat dan visioner menjadi penting untuk mengembangkan pencak silat, tidak hanya sebagai cabang olahraga, tetapi juga sebagai identitas budaya bangsa di tingkat global. Menurutnya, IPSI harus mampu meningkatkan prestasi atlet, memperkuat pembinaan generasi muda, serta memperluas diplomasi budaya melalui olahraga tersebut.
“Pencak silat bukan sekadar olahraga, tetapi juga sarana membangun karakter bangsa dan memperkenalkan budaya Indonesia ke dunia. Dibutuhkan kepemimpinan yang mampu mengintegrasikan aspek prestasi dan diplomasi budaya,” tambahnya.
Di tengah peningkatan popularitas Sugiono sebagai calon Ketua Umum PB IPSI, Akbar menyebut sejumlah pihak juga mendorongnya untuk menjadi penerus Prabowo Subianto. “Banyak pihak menginginkan Sugiono menjadi penerus Bapak Prabowo, mengingat kesibukan beliau saat ini sebagai Presiden,” ujar Akbar.
Saat ini, IPSI sedang menggelar Musyawarah Nasional XVI pada 9–11 April 2026 di Jakarta untuk menentukan susunan kepengurusan periode mendatang. Akbar menegaskan kesiapan IPSI Sulawesi Tengah untuk bekerja sama dengan pengurus pusat dalam mendorong program strategis organisasi.
“Sugiono dinilai memiliki perhatian besar terhadap perkembangan pencak silat agar semakin maju dan berdaya saing,” lanjutnya. “Melalui Munas ini, IPSI juga menegaskan ambisinya untuk membawa pencak silat ke panggung dunia, termasuk mendorong cabang olahraga itu masuk Olimpiade melalui diplomasi budaya Indonesia,” ujar Akbar.