New Policy: Titik Nol Kilometer Persebaya Juara Liga di Usia Seabad Klub Dimulai
Titik Nol Kilometer Persebaya Juara Liga di Usia Seabad Klub Dimulai
Setelah tumbang di tangan Persija Jakarta pada pekan ke-27 Liga Super 2025/2026, Persebaya Surabaya resmi memasuki fase baru menuju perayaan satu abad berdirinya klub. Kekalahan ini mengakhiri peluang tim untuk memperebutkan gelar juara musim ini secara matematis. Apalagi jika Persib Bandung menang atas Bali United malam ini, kepastian akan tercapai.
Persiapan untuk Musim Depan
Dengan latar belakang tersebut, Persebaya kini menitikberatkan perhatian pada musim depan. Langkah strategis untuk membangun tim yang lebih tangguh telah dimulai. Klub yang akan genap berusia 100 tahun tahun depan menetapkan target meraih kemenangan pertama dalam sejarahnya.
“Ketika saya datang, saya tidak pernah menjanjikan juara. Yang saya janjikan adalah untuk bekerja dan bukan untuk liburan, serta saya akan memberikan yang terbaik,” ujar Bernardo Tavares.
Coach Bernardo Tavares, yang baru ditunjuk di tengah musim, menegaskan bahwa fokus utama tim saat ini adalah memperbaiki performa. Meski hasil di lapangan masih fluktuatif, ia percaya bahwa evaluasi pemain akan menjadi prioritas. Dalam pertandingan tandang, Persebaya sering kali kurang memukau, tetapi di kandang mereka tampil agresif.
Di sisi lain, Tavares tidak menyebutkan rencana perombakan besar skuad, tetapi kualitas setiap pemain akan ditinjau ulang. Pemain yang tidak mampu memenuhi ekspektasi bisa dipertimbangkan untuk dikeluarkan. Sebab, usia satu abad merupakan momen istimewa. Hanya beberapa klub elit Indonesia, seperti PSM Makassar, Persis Solo, dan Persib, yang berhasil merayakan pencapaian serupa.
Untuk mewujudkan mimpi meraih gelar di usia 100 tahun, Persebaya perlu bersiap lebih awal. Tidak hanya Persib dan Persija yang mengejar prestasi serupa, tetapi persaingan di antara mereka akan semakin ketat.