Hungaria Mulai Pemilu Penentuan Nasib 16 Tahun Rezim Viktor Orban

Hungaria Mulai Pemilu Penentuan Nasib 16 Tahun Rezim Viktor Orban

Pemilihan umum di Hungaria dimulai pada Minggu (12/4) dengan warga negara memberikan suara, mengakhiri masa pemerintahan Perdana Menteri Viktor Orban yang telah berlangsung selama 16 tahun. Hasil pemilihan ini berpotensi menggoyahkan kekuasaan Rusia dan mengirimkan gelombang kejutan signifikan ke kalangan sayap kanan di seluruh Barat, termasuk White House dan mantan Presiden AS Donald Trump.

Viktor Orban, seorang nasionalis anti-Eropa, dianggap telah membentuk “demokrasi illiberal” yang menjadi cetak biru gerakan Make America Great Again (MAGA) Trump dan pengagumnya di Eropa. Meski kekuasaannya kuat, popularitasnya turun tajam di kalangan masyarakat Hungaria setelah tiga tahun kenaikan biaya hidup, stagnasi ekonomi, serta laporan tentang oligarki yang dekat dengan pemerintah mengakumulasi kekayaan.

Jajak pendapat terbaru menunjukkan partai Fidesz yang dipimpin Orban kini tertinggal dari partai oposisi tengah-kanan baru, yang dipimpin oleh Peter Magyar, Tisza, dengan selisih 7-9 persen. Tisza diperkirakan akan mendapat sekitar 38-41 persen suara. Pemilu dimulai pukul 06.00 waktu setempat, atau 11.00 WIB, dan dijadwalkan berakhir pada pukul 19.00 waktu setempat, tepat di akhir hari Minggu (12/4) waktu Indonesia Barat.

“Saya pikir kita membutuhkan perubahan di negara ini,” ujar Mihaly Bacsi setelah memilih untuk Tisza di tempat pemungutan suara di Budapest. “Kita membutuhkan peningkatan suasana hati masyarakat, karena saat ini kita penuh dengan ketegangan di berbagai bidang dan pemerintah hanya memicu sentimen tersebut,” tambah pemuda berusia 27 tahun itu.

Para peneliti jajak pendapat mengatakan pemilihan ini bisa menciptakan rekor jumlah pemilih. Pemilu dipantau intensif di Brussels, di mana banyak negara anggota Uni Eropa mengutuk Orban, sekutu dekat Trump, dan teman Presiden Rusia Vladimir Putin, atas erosi demokrasi, kebebasan media, serta hak minoritas di Hungaria.

Bagi Ukraina, tetangga timur Hungaria, kekalahan Orban berdampak signifikan. Hal ini bisa membatalkan pinjaman 90 miliar euro dari Uni Eropa yang sangat penting untuk upaya perang Kyiv. Selain itu, kekalahan itu juga akan menghilangkan sekutu terdekat Rusia di kawasan Eropa.

“Saya menantikan hari pemilihan ini dengan harapan terbaik,” kata Orban kepada para pendukungnya di kota kelahirannya, Szekesfehervar. “Jika kita mengenal diri kita sendiri, negara kita, dan rakyat kita dengan baik, maka saya yakin rakyat Hungaria akan memilih keamanan,” tambahnya.

Selama kampanye, pemerintah menempatkan umbul-umbul di seluruh negeri untuk menegaskan bahwa pemimpin Tisza akan membawa Hungaria ke medan perang bersama Rusia. Tisza membantah keras tuduhan tersebut. Untuk meningkatkan daya tarik di kalangan usia muda, Orban menghapus pajak penghasilan bagi pekerja termuda dan meluncurkan skema hipotek subsidi yang bertujuan membantu pembeli rumah pertama mengakses pasar perumahan di tengah kenaikan harga rumah terbesar di Eropa.

Kampanye Magyar menegaskan bahwa pemilihan ini adalah referendum mengenai posisi negara dan masa depan Hungaria. “Ini akan menjadi perubahan besar… tentang tempat negara kita dan masa depan negara kita,” kata Magyar dalam acara kampanye di kota Miskolc, bagian timur Hungaria, pada Jumat (10/4).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *