Latest Program: Iran Sindir Amerika Serikat Cari-cari Alasan Buat Kabur dari Negosiasi

Iran Sindir AS ‘Cari-cari Alasan’ untuk Kabur dari Perundingan

Pada Minggu (12/4), Wakil Presiden AS JD Vance mengumumkan bahwa negosiasi maraton antara AS dan Iran telah berakhir tanpa mencapai kesepakatan. Perundingan yang berlangsung selama 21 jam di Pakistan mengalami kemacetan karena Iran menolak permintaan AS, terutama soal penghentian program nuklir.

Sumber yang dekat dengan tim negosiasi Iran mengatakan bahwa AS sedang “mencari alasan” untuk keluar dari meja perundingan. “Mereka membutuhkan negosiasi untuk menyelamatkan reputasi yang terkikis di panggung internasional, dan tidak bersedia mengorbankan ekspektasi meskipun menghadapi kekalahan dalam perang dengan Iran,” ujar sumber itu, seperti dilaporkan Al Jazeera.

Iran Tidak Berencana Mulai Putaran Berikutnya

Menurut sumber yang sama, Iran saat ini tidak memiliki rencana untuk melanjutkan pembicaraan. “Negara ini tidak terburu-buru, dan perubahan status Selat Hormuz hanya akan terjadi jika AS menyetujui kesepakatan yang adil,” tambahnya, seperti dikutip CNN.

Sebelumnya, seorang sumber senior Iran menyebutkan kepada Reuters bahwa pencairan aset Teheran di Qatar menjadi salah satu tuntutan utama dalam negosiasi. Sumber tersebut mengklaim AS sudah setuju mengembalikan dana Iran yang dibekukan di Qatar dan bank-bank asing.

Isu Selat Hormuz Menjadi Tumpuan Utama

Iran juga menuntut kontrol atas Selat Hormuz, ganti rugi perang, serta gencatan senjata di Lebanon. Pihak Teheran ingin mengenakan biaya transit bagi kapal yang melintasi jalur strategis tersebut. Selat Hormuz, yang mengalirkan 20 persen minyak dunia, ditutup Iran sejak perang pecah. Tanpa komitmen membuka kembali jalur itu, pasokan energi global akan tetap terganggu.

“Iran tidak terburu-buru, dan sampai AS menyetujui kesepakatan yang wajar, tidak akan ada perubahan status Selat Hormuz,” ujar sumber tersebut.

Negosiasi ini menggarisbawahi ketegangan antara Iran dan AS, dengan Teheran tetap bersikeras mengejar semua tuntutan mereka. Meski perundingan selesai tanpa hasil, persaingan untuk memperoleh keuntungan dalam isu energi dan diplomatik masih terus berlangsung.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *