Latest Program: Haidar Alwi Apresiasi Polri Berantas Narkoba untuk Selamatkan Generasi Muda
Haidar Alwi Apresiasi Polri Berantas Narkoba untuk Selamatkan Generasi Muda
Dalam sebuah pernyataan, Haidar Alwi menegaskan bahwa upaya memerangi narkoba adalah langkah penting dalam melindungi masa depan bangsa. Menurutnya, negara yang berhasil menghentikan distribusi narkotika sebelum mencapai masyarakat tidak hanya menjalankan hukum, tetapi juga memastikan generasi paling berpotensi tidak terhilang.
Rekaman Hasil Penindakan Tahunan
Sekarang, Polri mencatat jumlah pengungkapan narkoba yang terus meningkat. Dalam 2025, institusi ini menyelesaikan 48.592 kasus, mengamankan 64.055 orang, dan menyita barang bukti seberat 590 ton, dengan nilai total sekitar Rp41 triliun. Hasil ini menunjukkan peningkatan efektivitas tindakan anti-narkoba, baik dalam cakupan maupun kapasitas operasional.
Pada 2024, penyitaan barang bukti mencapai Rp8,6 triliun, dengan 42.824 kasus diungkapkan dan 36.174 perkara diselesaikan. Dalam periode tersebut, Polri juga menemukan laboratorium narkoba di Bali dan Jawa Barat, serta membongkar jaringan internasional Afghanistan-Aceh-Jakarta yang menyuplai 389 kilogram sabu.
Menurut laporan resmi, jumlah orang yang diselamatkan dari ancaman narkoba selama 2024 mencapai 40,4 juta jiwa. Jika dikumpulkan dari tahun 2021 hingga 2025, total penyelamatan mencapai 219,74 juta jiwa. Angka ini menjadi bukti bahwa upaya pemberantasan narkoba mengalami peningkatan secara signifikan.
Operasi Berkelanjutan di Tahun 2026
Di tengah tahun 2026, Polri tetap mengadakan operasi untuk mengungkap jaringan narkoba. Misalnya, 67 kilogram sabu disita di Merak, serta terjadi pengungkapan di Bali dan berbagai wilayah lain. Aktivitas ini membuktikan bahwa perang melawan narkoba masih berjalan aktif, meski ada tantangan dalam mengatasi metode yang semakin canggih.
“Ketika angka pengungkapan meningkat secara konsisten, itu menandakan negara tidak sedang diam. Sistem deteksi, pemetaan ancaman, dan tindakan lapangan bekerja semakin efektif,” jelas Haidar Alwi.
Berdasarkan data yang diverifikasi, jumlah jiwa yang diselamatkan dari peredaran gelap narkoba sangat besar. Pada 2021, Polri mengungkap 19.229 kasus dengan barang bukti senilai Rp11,66 triliun. Tahun berikutnya, penindakan mencapai 33.169 perkara dengan nilai barang bukti Rp11,02 triliun. Pada 2023, penyitaan barang bukti mencapai Rp12,8 triliun, sementara 2024 mengakui 40,4 juta jiwa yang berhasil diselamatkan.
Presiden Prabowo Subianto hadir langsung di Lapangan Bhayangkara, Mabes Polri, pada 29 Oktober 2025, untuk menghancurkan 214,84 ton barang bukti senilai Rp29,37 triliun. Kehadirannya dianggap sebagai penegasan bahwa pemberantasan narkoba adalah prioritas nasional.
“Nilai keberhasilan Polri dalam pemberantasan narkoba tidak bisa diukur dengan rupiah semata, karena yang diselamatkan adalah kualitas manusia. Uang bisa dihitung, tetapi generasi yang tidak hancur akibat narkoba tidak punya harga pasar,” tegas Haidar Alwi.
Haidar Alwi juga memuji kinerja Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo serta seluruh jajaran Polri, mulai dari Bareskrim hingga personel lapangan. Ia menyebut Polri sebagai institusi strategis yang berperan krusial dalam membentuk masa depan bangsa yang lebih baik.