Latest Program: Gubernur Pramono Anung Perintahkan Tindak Tegas Aksi Premanisme Jakarta di Tanah Abang dan Kebon Sirih
Gubernur Pramono Anung Tegaskan Penindakan Tegas terhadap Premanisme Jakarta
Dalam upayanya memastikan keamanan warga Jakarta, Gubernur DKI Pramono Anung memberikan pernyataan tegas. Ia menegaskan tidak akan ada ruang bagi aksi premanisme yang meresahkan, terutama setelah terjadi insiden pemalakan di dua titik strategis, yakni Tanah Abang dan Kebon Sirih.
Kasus Pemalakan di Tanah Abang dan Kebon Sirih
Insiden terbaru terjadi setelah video viral memperlihatkan seorang pengemudi bajaj di Tanah Abang, Jakarta Pusat, diminta uang setoran oleh oknum preman. Kebon Sirih juga menjadi lokasi aksi serupa, di mana pedagang bakso dikenai iuran Rp100 ribu. Ketika menolak, pelaku langsung merusak barang dagangan, menunjukkan tindakan agresif.
“Tidak ada kompromi lagi. Untuk premanisme di Jakarta, saya sebagai Gubernur tidak ragu-ragu untuk menindak tegas,” ujar Pramono Anung di Bambu Apus, Jakarta Timur, pada Minggu (12/4).
Menanggapi kejadian ini, Pemprov DKI mempercepat instruksi kepada Satpol PP dan dinas terkait untuk mengambil langkah tegas. Tindakan tersebut bertujuan mengatasi ancaman serius yang dihadapi sektor informal, khususnya para pedagang kecil.
Kolaborasi dan Prioritas Pemprov DKI
Pramono Anung menekankan bahwa keamanan Jakarta bukan hanya tanggung jawab aparat hukum. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk aktif melaporkan pelaku tindakan meresahkan. Sinergi antara pemerintah daerah dan kepolisian, seperti Polda Metro Jaya, dianggap krusial dalam menciptakan lingkungan yang aman.
Langkah proaktif ini ditujukan untuk memberikan efek jera kepada para pelaku premanisme dan melindungi masyarakat dari ketakutan. Dengan memperkuat pengawasan di area rawan serta meningkatkan respons terhadap laporan warga, Pemprov DKI berkomitmen menciptakan Jakarta yang bebas dari ancaman pemalakan.