Main Agenda: Perundingan Iran dan AS Gagal Total, Israel Beri Respons Begini

Perundingan AS dan Iran Berakhir Tanpa Kesepakatan, Israel Memberi Tanggapan

Di Islamabad, negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran berlangsung selama 21 jam namun tidak mencapai hasil. Kegagalan ini mengancam kesepakatan gencatan senjata yang sebelumnya disepakati kedua pihak. Reuters melaporkan, kedua negara saling menyalahkan mengenai kebuntuan perundingan yang telah berlangsung lebih dari enam minggu sejak konflik memanas.

Kegagalan Negosiasi Memicu Ketegangan

Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa keberhasilan atau kegagalan kesepakatan tidak terlalu menjadi masalah bagi negaranya. Ia menegaskan AS telah mengambil keuntungan dari konflik ini. Sementara itu, Wakil Presiden JD Vance, yang memimpin delegasi AS, mengklaim bahwa kegagalan perundingan lebih merugikan Iran daripada Amerika Serikat.

“Kegagalan ini lebih merugikan Iran dibanding AS,” kata Vance, sambil menekankan bahwa Washington telah menyampaikan batasan jelas dalam negosiasi.

Iran menolak sejumlah syarat utama, termasuk komitmen untuk tidak mengembangkan senjata nuklir. Tujuan utama Trump adalah memastikan Iran tidak mampu memproduksi senjata nuklir secara cepat. Perundingan di Islamabad menjadi pertemuan langsung pertama antara AS dan Iran dalam lebih dari satu dekade, serta tingkat perundingan tertinggi sejak Revolusi Islam 1979.

Isu Penting dalam Perundingan

Perbedaan utama antara kedua pihak mencakup program nuklir Iran dan kendali Selat Hormuz, jalur distribusi energi global sekitar 20%. Meski kesepakatan belum tercapai, beberapa kapal tanker minyak kembali melintas, meski ratusan lainnya masih terjebak di wilayah Teluk.

“Tuntutan AS dianggap berlebihan dan menghambat pencapaian kesepakatan,” komentar juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran.

Pembicaraan dianggap dinamis, dengan suasana terus berfluktuasi. Selain nuklir, Iran juga menuntut pembukaan aset yang dibekukan serta pengendalian Selat Hormuz. Teheran bahkan meminta kompensasi atas kerusakan militer dan penghentian konflik di Lebanon.

Israel Tetap Lanjutkan Serangan

Di sisi lain, Israel mempertahankan serangan terhadap Hezbollah di Lebanon. Pejabat keamanan Zeev Elkin menegaskan bahwa peluang perundingan lanjutan masih ada, namun mengingatkan Iran tentang risiko mengambil langkah gegabah.

“Iran sedang bermain api di tengah ketegangan yang meningkat,” ujar Elkin.

Konflik yang dimulai sejak 28 Februari lalu telah menewaskan ribuan orang dan meningkatkan harga minyak global. Menteri Luar Negeri Pakistan Ishaq Dar menekankan pentingnya menjaga gencatan senjata dua minggu yang telah disepakati.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *