Latest Program: Perkuat Ketahanan Pangan, Legislator Dorong Urban Farming Tangerang

Perkuat Ketahanan Pangan, Legislator Dorong Urban Farming Tangerang

Dalam upaya meningkatkan kemandirian masyarakat dan ketahanan pangan lokal, para anggota DPRD Kota Tangerang mengusulkan pengembangan program urban farming. Pendorong utama inisiatif ini adalah Gatot Wibowo, yang menekankan perlunya pemerintah setempat memaksimalkan peluang pertanian perkotaan. Menurutnya, langkah ini dapat menjaga ketersediaan pasokan bahan pangan dan mengurangi ketergantungan pada ekspor.

Partisipasi Masyarakat dan Bantuan Pemerintah

Gatot menyatakan bahwa masyarakat perlu aktif memanfaatkan lahan pribadi untuk kegiatan pertanian. Pemerintah, di sisi lain, diminta memperkuat pendanaan bibit serta memberikan edukasi pertanian kepada warga. Ia juga menyoroti pentingnya optimalisasi ruang terbuka hijau sebagai bagian dari strategi jangka panjang untuk ketahanan pangan.

“Stabilitas harga dan pasokan bahan pokok bukan hanya tanggung jawab pemerintah. Masyarakat harus berperan aktif dalam memastikan keberlanjutan program ini,” ujar Gatot Wibowo dalam keterangan yang diberikan Minggu (12/4).

Hasil Nyata dari Program Urban Farming

Sejak 2025, urban farming di Kota Tangerang telah mencatatkan keberhasilan signifikan. Program ini melibatkan 76 kelompok wanita tani dan 39 kelompok pemberdayaan ikan, yang secara aktif mengubah lahan kritis menjadi area produktif. Tahun ini, hasilnya mencakup 100.920 polybag tanaman cabai, tomat, dan terong. Selain itu, ada 352.717 ekor ikan nila serta lele, 11.147 polybag tanaman obat keluarga, dan 45 ekor ternak domba dan kambing.

Kolaborasi Lintas Sektor

Untuk memastikan efektivitas urban farming, Gatot menyarankan koordinasi lebih intensif antara OPD, Perum Bulog, dan BUMD. Hal ini bertujuan agar bantuan pangan dapat disalurkan secara tepat sasaran. Simultaneously, distribusi logistik dari wilayah penyangga juga perlu diperhatikan, karena gangguan bisa menyebabkan lonjakan harga bahan pokok.

Pengembangan Pertanian Perkotaan di Daerah Lain

Di luar Kota Tangerang, Pemerintah Kabupaten Bangka Barat berupaya memperkuat ketahanan pangan melalui sinergi desa, Polres, dan masyarakat. Sementara itu, Pemkot Jakarta Timur meluncurkan program Pasar Tumbuh Jakarta Timur secara rutin mulai September 2025, sebagai langkah untuk mengakselerasi pertanian perkotaan.

“Potensi ekonomi Papua tidak hanya bergantung pada pertambangan, tetapi juga sektor pertanian dan kelautan yang bisa mendukung perekonomian nasional,” tutur Ketua Umum Kadin Indonesia dalam pernyataannya.

Produksi dan Diversifikasi Pangan

Dalam sektor pertanian, Kota Tangerang memiliki 11 kelompok tani yang aktif. Tujuh dari mereka berfokus pada tanaman pangan, mengelola 98 hektare lahan sawah dengan produksi beras mencapai 846 ton sepanjang tahun 2025. Empat kelompok hortikultura menghasilkan 4,7 ton cabai besar dan 4,9 ton bawang merah. Ruta Ireng Wicaksono, Asisten Daerah II, menegaskan bahwa program ini akan terus ditingkatkan untuk memberikan manfaat lebih luas kepada warga setempat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *