Latest Program: Studi ungkap manfaat jangka panjang penurunan berat badan ibu menyusui

Studi ungkap manfaat jangka panjang penurunan berat badan ibu menyusui

Menurut laporan News Medical, yang diterbitkan pada Kamis (9/4) waktu setempat, penelitian terbaru dari Universitas Oslo, Norwegia, menunjukkan bahwa menyusui memiliki dampak positif jangka panjang terhadap penurunan berat badan ibu. Temuan ini mengungkap bahwa wanita yang menyusui selama tiga hingga lima belas bulan, secara rata-rata, mengalami penambahan berat badan hingga 6,5 kilogram lebih sedikit dari usia dewasa muda hingga paruh baya dibandingkan dengan ibu yang menyusui dalam durasi singkat.

Kelompok sampel dan penelitian

Studi ini menggunakan data dari Studi Wanita dan Kesehatan, yang melibatkan lebih dari 170.000 ibu di Norwegia. Peneliti menganalisis efek menyusui pada berat badan, termasuk perbandingan antara ibu yang mengalami kelebihan berat badan atau obesitas sebelum kehamilan dengan ibu yang memiliki berat badan normal. Hasil menunjukkan perbedaan berat badan mencapai 3 kilogram untuk kelompok dengan berat badan ideal, sementara ibu yang kekurangan berat badan tidak menunjukkan perubahan signifikan.

Keterangan dari peneliti

“Kami menemukan bahwa menyusui meningkatkan pengeluaran energi, sehingga secara teori seharusnya berkontribusi pada penurunan berat badan. Namun, beberapa wanita juga mengalami peningkatan nafsu makan selama masa menyusui,” ujar Thorbjørn Brun Skammelsrud, salah satu peneliti yang sedang menempuh studi doktoral di Departemen Nutrisi, Institut Ilmu Kedokteran Dasar Universitas Oslo.

Skammelsrud menjelaskan bahwa manfaat menyusui bervariasi antar individu. Meski demikian, penelitian ini menekankan pentingnya dukungan untuk memastikan pemberian ASI berlangsung optimal. Di Norwegia, pemerintah merekomendasikan menyusui minimal satu tahun jika ibu dan bayi merasa nyaman, yang berdampak positif pada kesehatan masyarakat.

Rekomendasi untuk memperkuat manfaat menyusui

Dilihat dari hasil penelitian, Skammelsrud merekomendasikan agar ASI diberikan setidaknya selama tiga bulan untuk memperoleh efek jangka panjang. Ia menegaskan bahwa fasilitas yang memadai dalam menyusui tidak hanya mendukung pertumbuhan anak, tetapi juga memberi manfaat bagi kesehatan ibu. “Penting untuk memfasilitasi proses menyusui agar wanita yang ingin melakukannya mendapatkan bantuan berkualitas,” tambah peneliti tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *