Topics Covered: Wagub nilai Ketog Semprong Muslim Candikuning sejalan visi Bali

Wagub Nilai Ketog Semprong Sesuai Dengan Visi Bali

Denpasar – Wakil Gubernur Bali, I Nyoman Giri Prasta, mengatakan bahwa festival Ketog Semprong di Desa Candikuning, Tabanan, mencerminkan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali. “Kegiatan ini telah mengakomodasi seluruh nilai keberagaman, dari Atma Kerthi hingga Jagat Kerthi, dalam bentuk penyelenggaraan yang harmonis,” terang Giri Prasta dalam pernyataan resmi Pemprov Bali, Minggu.

Nilai Budaya dan Kolaborasi

Festival Ketog Semprong, yang diambil dari istilah lokal Bali berarti tumpah ruah, berlangsung di Kebun Raya Bedugul. Acara ini menjadi ajang silaturahmi umat Muslim, serta pelestarian tradisi budaya melalui kegiatan bersama seperti makan dan berbagi. “Nilai Nangun Sat Kerthi telah diimplementasikan sebagai bagian dari budaya lokal oleh masyarakat Candikuning,” tambahnya.

“Dengan demikian, nyama selam Candikuning cukup membentuk panitia, sementara dukungan pendanaan akan difasilitasi oleh Pemprov Bali,” ucap Giri Prasta.

Wagub Bali menegaskan bahwa menjaga keutuhan nilai Bali adalah tanggung jawab bersama, termasuk komunitas Muslim. “Nama Bedugul di kebun raya tersebut berasal dari gabungan kata bedug, alat musik khas Muslim, dan kulkul, kentongan tradisional Bali,” jelasnya.

Harmoni dan Partisipasi Masyarakat

Menurut Ariel Dimitri Azkacetta, tokoh kampung Islam Candikuning, Ketog Semprong bertujuan memperkuat persatuan masyarakat. “Kegiatan ini memberikan ruang untuk bertemu, bersalaman, serta saling mendoakan antarwarga, sekaligus menjembatani komunikasi antara masyarakat dan pemimpin,” katanya.

“Kegiatan ini mencerminkan semangat menyama braya antara nyama selam dan nyama Bali, yang terlihat dari partisipasi kesenian daerah dalam setiap penyelenggaraan,” tambah Ariel.

Giri Prasta juga meminta masyarakat Desa Candikuning terus menjaga keasrian Kebun Raya Bedugul sebagai destinasi wisata utama. “Saya hadir di acara ini untuk mengingatkan bahwa Bali dibangun oleh tokoh-tokoh suci, sehingga menjaga keharmonisan adalah kewajiban bersama,” tutur wakil gubernur.

Sebagai bentuk dukungan, Giri Prasta menyerahkan dana sebesar Rp50 juta dari tabungannya pribadi. “Harapan kami adalah adanya perhatian proporsional dari pemerintah daerah untuk memperkuat kawasan Bedugul sebagai pusat pariwisata,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *