Menbud: Konflik di Timur Tengah mengancam keberadaan warisan budaya

Menbud: Konflik di Timur Tengah mengancam keberadaan warisan budaya

Dari Jakarta, Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyoroti bahwa peningkatan kekerasan di Timur Tengah yang berlangsung terus-menerus berpotensi mengancam eksistensi warisan budaya di seluruh kawasan. Situasi yang terjadi, menurut Menbud, tidak hanya menempatkan warga sipil dalam risiko yang terus meningkat, tetapi juga mengancam situs dan cagar budaya, serta warisan budaya takbenda, yang merupakan bagian integral dari identitas masyarakat.

Konflik bersenjata, lanjutnya, tidak hanya merusak bangunan, situs, dan benda budaya, tetapi juga mengikis ingatan kolektif, nilai-nilai, identitas, serta cara hidup yang dilestarikan turun temurun. Pelindungan warisan budaya dalam kondisi konflik, tambah Menbud, adalah kewajiban moral sekaligus kewajiban hukum internasional, termasuk Konvensi Den Haag 1954 tentang Pelindungan Kekayaan Budaya dalam Peristiwa Konflik Bersenjata dan berbagai instrumen hukum internasional lainnya.

“Setiap penghancuran atau perusakan terhadap kekayaan budaya dalam konflik akan melemahkan fondasi sosial masyarakat, memperdalam trauma, serta menghambat proses perdamaian, rekonsiliasi, dan pemulihan pasca-kekerasan,” kata Menbud.

Kementerian Kebudayaan menegaskan bahwa kehancuran warisan budaya tidak bisa dipandang sebagai akibat sampingan. Dalam pernyataannya, Menbud menyampaikan dukungan terhadap berbagai upaya internasional, termasuk oleh UNESCO dan otoritas nasional, untuk memperkuat langkah-langkah darurat dalam melindungi situs budaya yang rentan serta benda bergerak yang berada dalam ancaman.

Kementerian Kebudayaan RI menambahkan bahwa kehilangan nyawa manusia dan kerusakan terhadap warisan budaya adalah luka bagi kemanusiaan. Pelindungan warisan budaya tidak terlepas dari upaya mempertahankan martabat, ingatan kolektif, dan kelangsungan peradaban. Masyarakat internasional diingatkan agar tetap waspada, karena konflik tidak hanya menyebabkan kehancuran kemanusiaan, tetapi juga mengancam landasan kultural yang mendukung kehidupan masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Menbud juga menyampaikan belasungkawa atas gugurnya tiga prajurit Tentara Nasional Indonesia yang sedang menjalankan tugas sebagai personel penjaga perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa di United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL), Lebanon Selatan. Selain itu, ia berharap pemulihan sepenuhnya bagi para personel yang terluka.

“Tragedi ini tidak terlepas dari serangan Israel di Lebanon Selatan. Kami menegaskan kembali kecaman terhadap serangan tersebut, yang berpotensi mengancam personel penjaga perdamaian, warga sipil, infrastruktur penting, dan mengintensifkan ancaman terhadap warisan budaya di kawasan,” ujarnya.

Menbud menegaskan solidaritasnya terhadap keluarga para personel penjaga perdamaian Indonesia yang gugur, rakyat Lebanon, serta seluruh komunitas di Timur Tengah yang kehidupan, keselamatan, dan warisan budayanya berada dalam ancaman. Indonesia, tambahnya, tetap berkomitmen pada perdamaian, kerja sama internasional, dan pelindungan warisan budaya sebagai aset bersama umat manusia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *