Latest Program: Depresi Ditinggal Istri, Pria Ini Mengamuk dan Ancam Warga Pakai Badik
Depresi Ditinggal Istri, Pria Ini Mengamuk dan Ancam Warga Pakai Badik
Kepolisian Resor Kepulauan Selayar mengungkapkan bahwa seorang pria bernama DT (55) diamankan setelah melakukan aksi mengamuk dan mengancam warga dengan senjata tajam. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa DT menderita depresi akibat tekanan hidup setelah istrinya meninggalkannya. Menurut Banit Turjawali Sat Sabhara Polres Kepulauan Selayar, Aiptu Muhammad Syahrun, kejadian terjadi di Kecamatan Benteng, Sabtu (11/4) malam.
“Sejak siang hari, dia berkeliling di sekitar Masjid di Jalan Muh Krg Bonto dengan membawa badik. Malam hari, DT kembali terlihat berkeliaran di Jalan Pahlawan, sehingga memicu ketakutan di kalangan masyarakat,” jelasnya dalam keterangan tertulis, Minggu (12/4).
Pria tersebut mengaku bahwa keadaannya memburuk setelah istrinya menikah dengan orang lain. “Kondisi ini diduga menjadi penyebab gangguan kejiwaan yang dialaminya,” terang Syahrun. Salah satu warga, Nur Kamal, mengungkapkan kekhawatiran terhadap keberadaan ODGJ (orang dengan gangguan jiwa) di wilayah Selayar. “ODGJ tidak bisa dipidana, polisi hanya memastikan keamanan. Tugas pemerintah adalah memberikan penanganan medis untuk mencegah gangguan mental meluas,” katanya.
Kasus Sebelumnya dan Peringatan Penting
Kasus DT kembali mengingatkan kejadian serupa sebelumnya. Di mana seorang anggota polisi, Briptu Muhlis, mengalami luka hingga patah tulang saat mengamankan ODGJ yang mengamuk dengan kapak. Insiden ini menyoroti perlunya koordinasi lebih baik antara institusi pemerintah dan layanan kesehatan mental.
Di Depok, Jawa Barat, kasus KDRT terjadi ketika seorang suami menikam istrinya sendiri. Pemicu utamanya diduga terkait tekanan emosional setelah meninggalkan keluarga. Sementara itu, di Jakarta Pusat, seorang pria mengganggu jalur Transjakarta di kawasan Sarinah, dan tindakannya mungkin terinspirasi dari stres berkepanjangan.
Kondisi Psikologis dan Langkah Penanganan
Dokter jiwa RSJD Atma Husada Mahakam menekankan pentingnya deteksi dini gangguan mental. “Stres berat jika tidak diperhatikan bisa memicu kondisi yang lebih serius, terutama pada usia muda,” katanya. Selain itu, program Speling dan Cek Kesehatan Gratis di Jawa Tengah menemukan ribuan kasus gangguan kesehatan jiwa, termasuk ODGJ yang berpotensi membahayakan.
Dalam video yang diunggah pelaku, terlihat perempuan menangis setelah menerima kekerasan dari suaminya. Maksud dari aksi tersebut, menurut Welliwanto, diduga untuk memancing reaksi dari istrinya agar menjemput anaknya. Di Palembang, seorang pria diduga ODGJ menyerang korban dengan parang, bahkan menyabet bagian kepala LW sebelum membalas serangan dengan kayu jemuran gabah.
Kasus lain terjadi di Karawang, di mana pria berusia 75 tahun ditemukan tewas karena gantung diri. Penyebabnya diduga depresi akibat sakit menahun. Kehilangan keluarga dekat menjadi faktor utama yang memicu perubahan psikologis, seperti yang dialami DT.