Special Plan: Disdikbud Kaltim Genjot Pengembangan Sarana Pendidikan di Daerah 3T Hingga 2027

Disdikbud Kaltim Genjot Pengembangan Sarana Pendidikan di Daerah 3T Hingga 2027

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalimantan Timur (Disdikbud Kaltim) sedang mengintensifkan upaya penguatan sarana pendidikan di wilayah 3T, yaitu daerah tertinggal, terdepan, dan terluar, hingga tahun 2027. Tujuan utamanya adalah meningkatkan kualitas serta pemerataan akses pendidikan, khususnya melalui konstruksi bangunan baru dan pembangunan asrama siswa.

Program ini akan selesai pada 2027, menurut Pelaksana Tugas Kepala Disdikbud Kaltim, Armin. Pernyataan ini disampaikannya agar pada 2028, fokus dapat bergeser sepenuhnya ke peningkatan kualitas lulusan. Inisiatif ini dianggap sebagai langkah strategis untuk kemajuan pendidikan di provinsi tersebut.

Penambahan infrastruktur sekolah terutama diprioritaskan di wilayah seperti Balikpapan. Tujuannya adalah menaikkan angka serapan siswa setempat yang sekarang masih 48 persen. Proyek mencakup pembangunan gedung dan peningkatan kapasitas ruang kelas di beberapa sekolah.

Di Balikpapan, pemerintah sedang merampungkan SMKN 7. Sementara SMAN 10 dan SMKN 8 juga tengah dalam tahap konstruksi. Selain itu, penambahan ruang kelas dilakukan di SMAN 7 dan SMKN 5 untuk menampung lebih banyak siswa. Program ini tidak hanya terfokus pada kota besar, tetapi juga melibatkan kabupaten Penajam Paser Utara, Paser, Berau, dan Kutai Kartanegara.

Salah satu proyek krusial adalah pendirian SMAN 2 Sangatta Selatan di Kutai Timur. Upaya ini bertujuan memastikan setiap anak di Kalimantan Timur memiliki kesempatan merata untuk mendapatkan fasilitas pendidikan berkualitas. Armin menekankan bahwa perluasan akses sarana belajar adalah fondasi penting dalam mewujudkan hal itu.

“Upaya pemerataan standar fasilitas ini bertujuan untuk menghapus ketimpangan antarwilayah sesuai prinsip pendidikan inklusif,” ujarnya.

Fasilitas Hunian dan Transformasi Pendidikan

Disdikbud Kaltim juga menyediakan asrama sebagai alternatif hunian bagi siswa yang tinggal di daerah perkebunan atau harus menyeberang sungai. Saat ini, asrama telah beroperasi di Long Apari, Long Pahangai, dan Long Bagun. Pengelolaan asrama dilakukan oleh tenaga pendidik yang belum berkeluarga, memberikan pendampingan optimal selama proses belajar.

Sebagai bagian dari program Garuda Transformasi, Kaltim menyiapkan satu sekolah unggulan berstandar internasional di setiap kabupaten dan kota. SMA Negeri 10 Samarinda menjadi contoh awal, dengan 32 siswanya diterima di kampus global tahun ini. Keberhasilan ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas pendidikan.

Program Unggulan dan Investasi Jangka Panjang

Disdikbud Kaltim berfokus pada tiga program pendidikan utama: pendidikan gratis, pemerataan akses, dan peningkatan sekolah unggulan. Tujuan akhirnya adalah mencetak generasi berdaya saing global. Dinas ini menargetkan penyelesaian penanganan anak putus sekolah hingga 100 persen pada 2027.

Kementerian Sosial menargetkan tiga gedung permanen Sekolah Rakyat Kalsel beroperasi penuh Juli 2026, memastikan fasilitas pendidikan siap melayani siswa baru secara optimal. Selain itu, Kabupaten Penajam Paser Utara mengalokasikan dana besar untuk mendukung pengembangan sarana pendidikan di wilayahnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *