Special Plan: Maluku Tengah Perkuat Swasembada Pangan, Panen Jagung di Tehoru Jadi Bukti Nyata
Maluku Tengah Perkuat Swasembada Pangan, Panen Jagung di Tehoru Jadi Bukti Nyata
Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah (Pemkab Malteng) terus berupaya meningkatkan swasembada pangan dengan memanfaatkan potensi lokal. Salah satu tindakan konkrit yang dilakukan adalah melalui panen jagung di Desa Tehoru, yang menjadi bukti nyata komitmen daerah untuk memperkuat ketahanan pangan.
Panen jagung seluas tiga hektare di Negeri Tehoru berhasil mencapai target sebagai hasil kerja sama antara para petani, pemerintah kabupaten, dan dukungan dari pemerintah provinsi. Inisiatif ini dianggap sebagai langkah strategis yang diharapkan menjadi fondasi penting dalam menjaga stabilitas pasokan pangan lokal.
“Panen jagung di Tehoru adalah bagian integral dari strategi pemerintah daerah untuk mencapai swasembada pangan,” kata Bupati Maluku Tengah, Zulkarnain Awat Amir. Ia menekankan bahwa keberhasilan ini membantu mengurangi ketergantungan pasokan dari luar wilayah.
Dalam menopang perekonomian masyarakat, terutama di wilayah pedesaan, sektor pertanian memegang peran penting. Pemkab Malteng berkomitmen untuk memperkuat dukungan melalui kebijakan, pendampingan intensif, serta pembangunan infrastruktur pertanian yang memadai.
Kabupaten Maluku Tengah memiliki luas lahan pangan berkelanjutan (LP2B) sebesar 24.151,6 hektare. Potensi ini menjadi modal besar dalam mewujudkan swasembada pangan. Sentra produksi padi utama berada di Kecamatan Seram Utara Timur Kobi, dengan luas lahan sekitar 4.245 hektare, menunjukkan fokus pengembangan komoditas pangan di beberapa area spesifik.
Langkah strategis Pemkab Malteng juga termasuk rencana untuk mencetak sawah baru seluas 1.000 hingga 1.500 hektare pada tahun 2026. Tujuannya adalah memperluas area tanam dan meningkatkan produksi secara signifikan, yang diharapkan berdampak positif pada ketahanan pangan daerah.
Di tengah tantangan ketahanan pangan global, keberhasilan panen jagung Tehoru memicu semangat desa-desa lain untuk mengoptimalkan penggunaan lahan pertanian. Polres Barito Utara aktif mengawal program nasional, sementara Pemerintah Provinsi Papua mencanangkan Distrik Muara Tami sebagai lumbung pangan, yang menegaskan peningkatan kemandirian ekonomi masyarakat perbatasan.
Peningkatan produksi jagung dianggap sebagai prioritas dalam mendorong swasembada pangan. Stabilitas hasil panen dan keberlanjutan produksi bertujuan mengendalikan harga komoditas serta meningkatkan kesejahteraan petani. Bupati Awat Amir kembali mengapresiasi upaya para petani yang sukses mengelola lahan, menegaskan bahwa hasil ini menjadi contoh inspiratif bagi daerah lain.
Sektor pertanian juga dianggap sebagai penyangga ekonomi masyarakat. Dengan dukungan yang terus diperkuat, keberhasilan swasembada pangan diharapkan tidak hanya mencapai target 2026, tetapi juga berdampak jangka panjang pada kestabilan pangan dan kesejahteraan rakyat.