Main Agenda: Sekolah Rakyat Selamatkan Julio, Anak Yatim Putus Sekolah dari Lingkaran Tawuran
Sekolah Rakyat Jadi Harapan Julio, Anak Yatim yang Terlepas dari Lingkaran Tawuran
Dari keterbatasan ekonomi dan usia yang senja, Ibu Welas, seorang nenek di Surakarta, kini menemukan cahaya di masa depan cucunya, Julio. Setelah putus sekolah dan terlibat dalam konflik antarwarga, Julio akhirnya diterima di Sekolah Rakyat, sebuah program pendidikan berasrama gratis yang diprakarsai oleh Presiden RI Prabowo Subianto.
Julio, seorang anak yatim, kehilangan ayahnya sejak usia satu tahun akibat penyakit yang dideritanya. Sejak saat itu, ia tumbuh dalam asuhan neneknya, Ibu Welas, di tengah tantangan ekonomi keluarga yang berat. Perjalanan pendidikannya terhenti di kelas 3 SD, mendorong Julio terlibat dalam pergaulan bebas dan aksi tawuran bersama teman-temannya.
Titik Balik dalam Perjalanan Julio
Saat kekhawatiran Ibu Welas hampir menggantung, program Sekolah Rakyat memberikan solusi. Inisiatif ini didirikan khusus untuk anak-anak dari keluarga miskin ekstrem, memberikan kesempatan kedua untuk mengejar pendidikan. Julio, yang sebelumnya sering meminta uang Rp15.000 hingga Rp20.000 per hari, kini tidak lagi terbebani biaya harian.
“Dulu Julio nakal. Sama teman-temannya sering lempar-lemparan batu atau pisau (tawuran),” ujar Ibu Welas. “Di sini (rumah) sering dimarahi. Di sekolah gak pernah dimarahi,” tambah Julio.
Kehadiran Sekolah Rakyat membuahkan perubahan positif. Julio, yang dulu sulit dikendalikan, kini lebih tenang dan fokus. Ia kembali menikmati proses belajar, sementara hubungan emosionalnya dengan neneknya menjadi lebih hangat. Ibu Welas, dengan usia yang kian menua, tetap berharap cucunya tumbuh menjadi anak baik dan tidak telantar.
“Pengennya pinter dan cucu saya jadi orang baik. Tidak telantar. Saya sudah tua. Nanti sewaktu-waktu dipanggil yang maha Kuasa, nitip cucu saya Julio. Baik-baik di sana. Jadi orang yang baik,” kata Ibu Welas dengan suara lirih.
Sebagai bentuk apresiasi, Ibu Welas menyampaikan rasa terima kasih kepada penggagas program tersebut. “Matur nuwun Pak Prabowo. Putu kulo pun sekolah teng Sekolah Rakyat. Matur sembah nuwun. Kadose pinter, dados tiang sing genah,” ujarnya. Program Sekolah Rakyat, yang diinisiasi Kementerian Sosial, telah berhasil mengembalikan 20 ribu anak putus sekolah ke jalur pendidikan dalam setahun terakhir.