Topics Covered: Arifah: Perlu kolaborasi K/L agar perempuan berdaya dengan pendidikan

Arifah: Kolaborasi K/L Penting untuk Pemberdayaan Perempuan via Pendidikan

Jakarta, Rabu – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Arifah Fauzi, menegaskan bahwa kolaborasi antar kementerian dan lembaga merupakan kunci dalam mewujudkan keberhasilan pemberdayaan perempuan melalui pendidikan. “Tanpa kerja sama yang konsisten dari berbagai pemangku kepentingan, upaya ini tidak akan mencapai hasil maksimal,” ujarnya dalam acara “Pencanangan Bulan Pemberdayaan Perempuan Melalui Pendidikan” yang digelar di ibu kota.

Komitmen Bersama untuk Perubahan

“Pemberdayaan perempuan melalui pendidikan tidak bisa dilakukan sendirian. Perlu kekuatan kolektif yang berkelanjutan dari semua sektor,” kata Arifah Fauzi.

Ia menyampaikan apresiasi kepada Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, yang memulai acara ini. Menurut Arifah, pendidikan adalah fondasi utama untuk meningkatkan peran perempuan. “Selain memberikan pengetahuan, pendidikan juga membangun kepercayaan diri, membuka peluang hidup, dan meningkatkan kemampuan membuat keputusan yang berkualitas, baik secara pribadi maupun sosial,” tambahnya.

Strategi Nasional Pengarusutamaan Gender

Pemerintah telah menyusun pengarusutamaan gender sebagai strategi utama dalam pembangunan. Strategi ini memastikan akses, partisipasi, dan manfaat yang setara antara perempuan dan laki-laki di semua tahapan pembangunan. Dalam bidang pendidikan, pengarusutamaan gender dilakukan melalui lima aspek kunci:

1. Kebijakan Responsif Gender

Penguatan kebijakan dan perencanaan yang memperhatikan perspektif gender menjadi prioritas. Hal ini membantu menyelaraskan tujuan pembangunan dengan kebutuhan perempuan.

2. Transformasi Kurikulum

Kurikulum dan materi pembelajaran harus diubah agar lebih inklusif dan mencerminkan peran perempuan dalam berbagai aspek kehidupan.

3. Lingkungan Pendidikan Inklusif

Menciptakan lingkungan belajar yang aman serta mendukung keberagaman pengalaman dan identitas perempuan.

4. Penyempurnaan Tenaga Pendidik

Penyediaan pelatihan dan sumber daya bagi pendidik untuk memperkuat kapasitas dalam mendorong keadilan gender.

5. Akses ke Bidang STEM

Meningkatkan partisipasi perempuan dalam sains, teknologi, engineering, dan matematika (STEM) sebagai langkah strategis.

Pencanangan sebagai Gerakan Berkelanjutan

Arifah berharap kegiatan ini mendorong perubahan nyata, bukan sekadar seremoni. “Saya ingin bulan pemberdayaan perempuan melalui pendidikan menjadi awal dari gerakan yang terus berlanjut, diwujudkan dalam kebijakan yang pro-wanita dan pergeseran mindset masyarakat,” paparnya.

Komposisi Peserta

Acara ini dihadiri oleh sejumlah pejabat, termasuk Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti, serta Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Hafidz Muksin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *