Latest Program: Pemkot Umumkan Nasib Angkot Bogor, Bakal Dihapus? Ini Jawabannya

Pemkot Tetapkan Kebijakan Terhadap Angkot Bogor, Tidak Akan Dihapus Sekarang

Jakarta, Wali Kota Bogor Dedie Abdu Rachim memberikan pernyataan terkini tentang masa depan angkot di Kota Bogor. Sebelumnya beredar kabar bahwa angkot-angkot di Kota Hujan tersebut akan ditiadakan, namun Dedie menegaskan bahwa pihaknya belum berencana menghapusnya secara langsung. Ia menjelaskan, angkot masih diperbolehkan beroperasi, tetapi akan diterapkan pembatasan berdasarkan usia kendaraan. Jika angkot sudah cukup tua, maka perlu dilakukan peremajaan.

Pembatasan Usia Angkot dan Implementasi Perda

Dedie menyampaikan keputusan ini dalam wawancara dengan CNBC Indonesia, Minggu (12/4/2026). “Soal angkot, kami tidak langsung menghapusnya, tetapi akan melaksanakan peraturan bertahap sesuai Perda 8/2023, yakni pembatasan usia angkot,” ujarnya. Pemkot berupaya tidak gegabah dalam menerapkan peraturan tersebut dan terus mendengarkan aspirasi dari para supir.

Kita tidak ingin gegabah dalam menurunkan bentuk Peraturan Walikota (Perwali) untuk peremajaan angkot. Jadi lebih baik kita fokus dulu, kita akan lakukan nanti langkah-langkah teknis di lapangan, bekerjasama dengan Polresta Bogor dan Dishub Provinsi, untuk memastikan implementasinya efektif tanpa dinamika berlebih di lapangan,” lanjut Dedie.

Perhatian terhadap Nasib Supir Angkot

Pemkot juga mempertimbangkan dampak kebijakan ini terhadap para supir angkot. Jika beberapa di antara mereka terpaksa kehilangan pekerjaan, maka akan diupayakan rencana pengalihan ke bidang lain yang lebih sesuai. “Para pengemudi ini mungkin perlu dialihkan ke jalur yang memungkinkan, agar tetap bisa bekerja,” terang Dedie.

Pengembangan BisKita Transpakuan

Selain angkot, Pemkot juga fokus pada pengembangan layanan BisKita Transpakuan. Saat ini, layanan ini telah beroperasi di empat koridor dari total enam yang direncanakan. Dedie mengungkapkan bahwa ada banyak calon operator yang tertarik bergabung dengan BisKita. “Beberapa calon operator menyatakan minat masuk, tetapi untuk tahap pertama, dua koridor yakni koridor 3 dan 4 beroperasi secara non-subsidi, sehingga mereka harus menghitung biaya operasional lebih matang,” katanya.

Dedie optimis bahwa BisKita Transpakuan bisa terus berkembang, menjangkau seluruh wilayah Kota Bogor. “Transportasi publik seharusnya lebih modern, tepat waktu, murah, dan andal,” tambahnya. Ia menekankan bahwa langkah-langkah ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas layanan transportasi secara bertahap dan berkelanjutan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *