Special Plan: Sinergi Unej-BIG Kawal Implementasi Kebijakan Satu Peta di Tapal Kuda Jawa Timur

Sinergi Unej-BIG Kawal Implementasi Kebijakan Satu Peta di Tapal Kuda Jawa Timur

Kemitraan Lokal untuk Data Wilayah yang Akurat

Universitas Jember (Unej) dan Badan Informasi Geospasial (BIG) menggandengkan kekuatan mereka untuk memastikan keberhasilan Kebijakan Satu Peta di kawasan Tapal Kuda, Jawa Timur. Wilayah strategis ini mencakup lima kabupaten, yaitu Banyuwangi, Situbondo, Bondowoso, Jember, serta Lumajang dan Probolinggo. Upaya kolaboratif ini bertujuan menata data geospasial secara lebih rapi, sehingga dapat menjadi acuan kebijakan pembangunan yang lebih efektif.

Prof. Bayu Taruna Widjaja, seorang ahli pertanian presisi dari Unej, menekankan bahwa transformasi data dari angka menjadi visualisasi peta adalah inti dari program ini. Menurutnya, data geospasial kini bukan hanya deretan angka, tetapi harus mampu memberi informasi visual yang jelas. Ini penting untuk memperlihatkan kondisi ruang secara dinamis dan menyeluruh.

Inovasi dalam Pemetaan dengan Teknologi AI

Kerja sama antara Unej dan BIG menjadi penghubung langsung bagi pemerintah daerah Tapal Kuda. Kampus ini siap mengambil peran aktif dalam menyelesaikan berbagai isu spasial, tanpa perlu koordinasi dengan pusat. Dengan dukungan infrastruktur komputasi canggih, Universitas Jember terus mengembangkan pendekatan inovatif dalam pengolahan data geospasial.

Dalam rangka penguatan data, teknologi Kecerdasan Buatan (AI) mulai dimanfaatkan untuk analisis. AI dianggap sebagai alat bantu yang kuat, mampu mengidentifikasi pola dan informasi dari data spasial. Contohnya, di Banyuwangi, AI digunakan untuk pemetaan komoditas kakao secara presisi. Dengan teknik ini, peta digital menggambarkan sebaran perkebunan serta kondisi lingkungan yang memengaruhi pertumbuhan tanaman.

“Pemerintah daerah tidak perlu repot-repot ke BIG. Cukup melalui Unej, mereka bisa menyelesaikan permasalahan spasial secara efisien,” ujar Prof. Bayu Taruna Widjaja.

Terlepas dari kemajuan yang telah dicapai, penggunaan data geospasial di Tapal Kuda masih perlu ditingkatkan. Daerah lain seperti Jawa Barat telah lebih maju dalam pemanfaatan informasi spasial. Kondisi ini menyebabkan adanya ketergantungan pada peta lama, yang seringkali tidak diperbarui. Kolaborasi Unej-BIG diharapkan bisa menjadi solusi untuk mengatasi masalah tersebut.

Pendekatan baru ini tidak hanya menampilkan keberadaan suatu komoditas, tetapi juga memperlihatkan sebaran dan potensi wilayah secara rinci. Misalnya, data asal mahasiswa sekarang diproyeksikan ke dalam peta digital berbentuk titik koordinat atau gradasi warna (heatmap). Hasilnya, informasi menjadi lebih mudah dipahami dan terstruktur.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *