Kedekatan sosial berkaitan erat dengan bakteri usus

Kedekatan Sosial dan Perubahan Bakteri Usus

Studi terbaru dari Universitas East Anglia di Inggris mengungkapkan bahwa interaksi sosial yang intensif berdampak signifikan pada komposisi bakteri usus. Penelitian ini dilakukan pada koloni burung di sebuah pulau kecil, dan para ilmuwan mengatakan prinsip yang ditemukan mungkin berlaku untuk manusia. Menurut laporan News Medical, Jumat (10/4), burung-burung yang sering berada di lingkungan yang sama menunjukkan kecenderungan memiliki mikrobioma usus yang mirip.

Hasil Penelitian pada Burung Seychelles

Penelitian ini melibatkan kerja sama dengan institusi seperti Norwich Research Park, Quadram Institute, Earlham Institute, serta University of Sheffield, University of Groningen (Belanda), dan Nature Seychelles. Dr. Chuen Zhang Lee dari Sekolah Ilmu Biologi Universitas East Anglia memimpin proyek PhD-nya, yang mengumpulkan feses burung Seychelles dari Pulau Cousin. Analisis mikrobioma usus dilakukan untuk memahami bagaimana bakteri baik berkembang di saluran pencernaan mereka.

Kategori dan Metode Pelacakan

Para peneliti membagi burung-burung dalam kategori berdasarkan tingkat interaksi, yaitu pasangan yang berkembang biak, penolong, dan individu yang tidak saling berkaitan. Metode pelacakan dilakukan dengan memasang cincin kaki berwarna pada semua burung pengicau, memungkinkan pengamatan perilaku, kesehatan, dan genetika selama bertahun-tahun. Kondisi ini menciptakan lingkungan alami yang mirip dengan laboratorium.

Keterkaitan Sosial dan Mikrobioma

“Burung-burung yang menghabiskan banyak waktu bersama di sarang – seperti pasangan yang berkembang biak dan pembantu setia mereka – berbagi berbagai jenis bakteri usus, yang hanya bisa menyebar melalui kontak langsung dan dekat,”

Dr. Lee menegaskan bahwa bakteri anaerobik, yang tidak bertahan di udara terbuka, berpindah antarindividu melalui interaksi intim dan penggunaan sarang yang bersama. Temuan ini memberikan petunjuk bahwa interaksi harian manusia, seperti berpelukan atau berciuman, juga bisa memfasilitasi pertukaran mikroba usus.

Implikasi untuk Kesehatan Manusia

“Setelah berada di usus, bakteri ini berkembang dalam kondisi tanpa oksigen dan sering membentuk koloni yang stabil dan jangka panjang. Itu berarti orang-orang yang tinggal bersama Anda mungkin secara halus membentuk ekosistem mikroskopis di dalam diri Anda,”

Dr. Lee menjelaskan bahwa bakteri anaerobik memiliki peran penting dalam pencernaan, sistem kekebalan, dan kesehatan umum. Aktivitas sehari-hari bersama, seperti mencuci piring atau duduk berdekatan, bisa mendekatkan mikrobioma individu. Dengan demikian, berbagi bakteri bermanfaat mungkin meningkatkan kesehatan keluarga secara keseluruhan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *